Cara Pasang Statistik Visitor Histats di Blog
By : utamibiran
Memasang gadget histats di blog bertujuan untuk mengetahui statistik
blog kita, baik blogspot, wordpress, maupun flatform blog lainnya.
Dengan memasang histats, maka statistik blog akan ditampilkan secara realtime. Lalu data statistik apa saja yang didapat dari pemasangan gadget histats di blog? Beberapa diantaranya adalah traffic summary (page views dan visitor counter), data keyword Google yang masuk ke blog, data reffering site, data click count, data browser yang digunakan pengunjung, data asal negara pengunjung, dan lain-lain.
Berikut tutorial cara memasang gadget Histats di blog:
1. Daftar dulu / Register di Histats.com 100% gratis, Isi semua data sesuai dengan data kamu, jangan lupa ceklist “I have read and agree Publisher Agreement Terms”. Klik “Register”
3. Masuk/login ke Control Panel Histats dengan mengetikkan alamat email dan password yang tadi didaftarkan.
4. Pada halaman awal control panel, klik “+Add Website”.
6. Selanjutnya, klik nama website yang sudah didaftarkan tadi.
11. Klik Counter Id (lihat gambar)
13. Selesai sudah. Ribet sih tapi kalo pake Bismillah insyaAllah Akhirnya Alhamdulillah ko...
Dengan memasang histats, maka statistik blog akan ditampilkan secara realtime. Lalu data statistik apa saja yang didapat dari pemasangan gadget histats di blog? Beberapa diantaranya adalah traffic summary (page views dan visitor counter), data keyword Google yang masuk ke blog, data reffering site, data click count, data browser yang digunakan pengunjung, data asal negara pengunjung, dan lain-lain.
Berikut tutorial cara memasang gadget Histats di blog:
1. Daftar dulu / Register di Histats.com 100% gratis, Isi semua data sesuai dengan data kamu, jangan lupa ceklist “I have read and agree Publisher Agreement Terms”. Klik “Register”
2. Cek email Anda untuk aktivasi email
3. Masuk/login ke Control Panel Histats dengan mengetikkan alamat email dan password yang tadi didaftarkan.
4. Pada halaman awal control panel, klik “+Add Website”.
5. Isi data blog sesuai form yang ada, klik “Continue”.
6. Selanjutnya, klik nama website yang sudah didaftarkan tadi.
7. Akan terbuka traffic summary blog, untuk menambahkan kode histats di blog klik “Counter Code”.
8. Klik Add new counter (lihat gambar)
9. Pilih salah satu model histats yang kamu mau.
10. Ceklist
data apa saja yang akan ditampilkan pada model histats yang kita pilih,
ada Visitor today, Total visitor, Page view today, Total page view, dan
users online. klik save
11. Klik Counter Id (lihat gambar)
12. Akan muncul kode/script HTML histats. Copy paste kode/script HTML tersebut di gadget HTLM/Javascript di blog kamu.
13. Selesai sudah. Ribet sih tapi kalo pake Bismillah insyaAllah Akhirnya Alhamdulillah ko...
Semoga bermanfaat...
Tag :
Tutorial,
Cara Memasang Widget IP Address Pengunjung Blog
By : utamibiranKali ini saya akan memberitahu kalian tentang cara memasang widget IP Address pengunjung blog.
Widget ini berfungsi untuk mengetahui IP Address komputer atau laptop
yang sedang kalian pakai untuk membuka di blog yang sudah terpasang
widget ini. Widget ini tentu sangat bermanfaat bagi pengunjung blog
karena mereka bisa mengetahui IP Address. Widget ini tidak hanya
menampilkan IP Address saja, tapi juga menampilkan jenis OS pengunjung,
Browser yang digunakan pengunjung, Negara asal pengunjung.
Langkah - langkah pembuatannya:
1. Login Blogger
2. Masuk ke Tata Letak > Add Gadget
3. Pilih HTML/JavaScript
Langkah - langkah pembuatannya:
1. Login Blogger
2. Masuk ke Tata Letak > Add Gadget
3. Pilih HTML/JavaScript
4. Paste kode widgetnya di bawah ini
<a href="http://www.wieistmeineip.de/cometo/?en"><img src="http://www.wieistmeineip.de/ip-address/" border="0" width="125" height="125" alt="IP" /></a>
Tag :
Tutorial,
Kepemimpinan
By : utamibiranTeori Organisasi Umum 2 #2
KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan
atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab
prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi
kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian yang dikemukakan
oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut
menunjukkan adanya beberapa kesamaan.
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
TIPE KEPEMIMPINAN
Situasi lingkungan bisnis yang secara dinamis terus berubah menuntut perusahaan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Kegagalan dalam mengenal perubahan dan kecepatan beradaptasi dapat menyebabkan perusahaan tidak memiliki daya saing yang baik.
Ada empat tipe kepemimpinan yang dapat digunakan untuk berbagai organisasi:
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
TIPE KEPEMIMPINAN
Situasi lingkungan bisnis yang secara dinamis terus berubah menuntut perusahaan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Kegagalan dalam mengenal perubahan dan kecepatan beradaptasi dapat menyebabkan perusahaan tidak memiliki daya saing yang baik.
Ada empat tipe kepemimpinan yang dapat digunakan untuk berbagai organisasi:
Directive
Adalah salah satu tipe kepemimpinan tertua dan seringkali disebut juga dengan pendekatan otoriter. Dalam tipe ini, pemimpin akan menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu dan mengharapkan mereka untuk segera melakukannya.
Adalah salah satu tipe kepemimpinan tertua dan seringkali disebut juga dengan pendekatan otoriter. Dalam tipe ini, pemimpin akan menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu dan mengharapkan mereka untuk segera melakukannya.
Participative
Dalam tipe ini, pemimpin mencari input dari pihak lain dan mengajak orang-orang yang relevan dengan pembahasan untuk pengambilan keputusan
Dalam tipe ini, pemimpin mencari input dari pihak lain dan mengajak orang-orang yang relevan dengan pembahasan untuk pengambilan keputusan
Laissez-faire
Mendorong inisiatif dari banyak pihak agar bersama-sama memikirkan bagaimana proses pengerjaan sampai menghasilkan outcome.
Mendorong inisiatif dari banyak pihak agar bersama-sama memikirkan bagaimana proses pengerjaan sampai menghasilkan outcome.
Adaptive
Gaya kepemimpinan yang mengalir dan menyesuaikan gaya sesuai dengan keadaan lingkungan dan individu yang berpartisipasi.
TEORI KEPEMPIMPINAN
Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan kepemimpinan. Untuk berbagai usaha dan kegiatannya diperlukan upaya yang terencana dan sistematis dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin baru. Oleh karena itu, banyak studi dan penelitian dilakukan orang untuk mempelajari masalah pemimpin dan kepemimpinan yang menghasilkan berbagai teori tentang kepemimpinan. Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27).
Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain:
Gaya kepemimpinan yang mengalir dan menyesuaikan gaya sesuai dengan keadaan lingkungan dan individu yang berpartisipasi.
TEORI KEPEMPIMPINAN
Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan kepemimpinan. Untuk berbagai usaha dan kegiatannya diperlukan upaya yang terencana dan sistematis dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin baru. Oleh karena itu, banyak studi dan penelitian dilakukan orang untuk mempelajari masalah pemimpin dan kepemimpinan yang menghasilkan berbagai teori tentang kepemimpinan. Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27).
Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain:
a.
a. Seseorang ditakdirkan lahir untuk
menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan
pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
b. Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan.
A. Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
B. Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
- Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
- Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
C. Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.
Efektivitas kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan dan mampu memenuhi tuntutan situasi tersebut. Penyesuaian gaya kepemimpinan dimaksud adalah kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku tertentu karena tuntutan situasi tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut berkembanglah model-model kepemimpinan berikut:
a. Model kontinuum Otokratik-Demokratik
Gaya dan perilaku kepemimpinan tertentu selain berhubungan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, juga berkaitan dengan fungsi kepemimpinan tertentu yang harus diselenggarakan. Contoh: dalam hal pengambilan keputusan, pemimpin bergaya otokratik akan mengambil keputusan sendiri, ciri kepemimpinan yang menonjol ketegasan disertai perilaku yang berorientasi pada penyelesaian tugas.Sedangkan pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. Ciri kepemimpinan yang menonjol di sini adalah menjadi pendengar yang baik disertai perilaku memberikan perhatian pada kepentingan dan kebutuhan bawahan.
b. Model ” Interaksi Atasan-Bawahan”
Menurut model ini, efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada interaksi yang terjadi antara pemimpin dan bawahannya dan sejauhmana interaksi tersebut mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan. Seorang akan menjadi pemimpin yang efektif, apabila: * Hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik; * Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi; * Posisi kewenangan pemimpin tergolong kuat.
c. Model Situasional
Model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan. Dimensi kepemimpinan yang digunakan dalam model ini adalah perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan atasan-bawahan. Berdasarkan dimensi tersebut, gaya kepemimpinan yang dapat digunakan adalah * Memberitahukan;
* Menjual;
* Mengajak bawahan berperan serta;
* Melakukan pendelegasian.
d. Model ” Jalan- Tujuan ”
Seorang pemimpin yang efektif menurut model ini adalah pemimpin yang mampu menunjukkan jalan yang dapat ditempuh bawahan. Salah satu mekanisme untuk mewujudkan hal tersebut yaitu kejelasan tugas yang harus dilakukan bawahan dan perhatian pemimpin kepada kepentingan dan kebutuhan bawahannya. Perilaku pemimpin berkaitan dengan hal tersebut harus merupakan faktor motivasional bagi bawahannya.
e. Model “Pimpinan-Peran serta Bawahan” :
Perhatian utama model ini adalah perilaku pemimpin dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan. Perilaku pemimpin perlu disesuaikan dengan struktur tugas yang harus diselesaikan oleh bawahannya. Salah satu syarat penting untuk paradigma tersebut adalah adanya serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh bawahan dalam menentukan bentuk dan tingkat peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan. Bentuk dan tingkat peran serta bawahan tersebut “didiktekan” oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan.
D.
Teori
Great Man
Anda mungkin pernah mendengar bahwa ada orang-orang tertentu yang memang "dilahirkan untuk memimpin". Menurut teori ini, seorang pemimpin besar dilahirkan dengan karakteristik tertentu seperti karisma, keyakinan, kecerdasan dan keterampilan sosial yang membuatnya terlahir sebagai pemimpin alami. Teori great man mengasumsikan bahwa kapasitas untuk memimpin adalah sesuatu yang melekat, pemimpin besar dilahirkan bukan dibuat. Teori ini menggambarkan seorang pemimpin yang heroik dan ditakdirkan untuk menjadi pemimpin karena kondisi sudah membutuhkannya.
Anda mungkin pernah mendengar bahwa ada orang-orang tertentu yang memang "dilahirkan untuk memimpin". Menurut teori ini, seorang pemimpin besar dilahirkan dengan karakteristik tertentu seperti karisma, keyakinan, kecerdasan dan keterampilan sosial yang membuatnya terlahir sebagai pemimpin alami. Teori great man mengasumsikan bahwa kapasitas untuk memimpin adalah sesuatu yang melekat, pemimpin besar dilahirkan bukan dibuat. Teori ini menggambarkan seorang pemimpin yang heroik dan ditakdirkan untuk menjadi pemimpin karena kondisi sudah membutuhkannya.
E. Teori kontingensi
Teori kontingensi fokus pada variabel yang berkaitan dengan lingkungan yang mungkin menentukan gaya kepemimpinan tertentu yang paling cocok. Menurut teori ini, tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik dalam segala situasi. Kesuksesan tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para pengikut dan aspek situasi.
Teori kontingensi fokus pada variabel yang berkaitan dengan lingkungan yang mungkin menentukan gaya kepemimpinan tertentu yang paling cocok. Menurut teori ini, tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik dalam segala situasi. Kesuksesan tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para pengikut dan aspek situasi.
F.
Teori Partisipatif
Teori kepemimpinan partisipatif menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang ideal adalah mengambil masukan dari orang lain. Para pemimpin mendorong partisipasi dan kontribusi dari anggota kelompok dan membantu anggota kelompok merasa lebih berkomitmen terhadap proses pengambilan keputusan. Dalam teori partisipatif, bagaimanapun, pemimpin berhak untuk memungkinkan masukan pendapat dari orang lain.
Teori kepemimpinan partisipatif menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang ideal adalah mengambil masukan dari orang lain. Para pemimpin mendorong partisipasi dan kontribusi dari anggota kelompok dan membantu anggota kelompok merasa lebih berkomitmen terhadap proses pengambilan keputusan. Dalam teori partisipatif, bagaimanapun, pemimpin berhak untuk memungkinkan masukan pendapat dari orang lain.
G. Teori Manajemen
Teori manajemen juga dikenal sebagai teori transaksional, fokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi dan kelompok. Teori ini berdasarkan pada sistem imbalan dan hukuman. Teori manajemen sering digunakan dalam bisnis, ketika karyawan berhasil mereka dihargai, ketika mereka gagal mereka ditegur atau dihukum.
H. Teori Hubungan
Teori hubungan juga dikenal sebagai teori transformasi, fokus pada hubungan yang terbentuk antara pemimpin dan pengikut. Pemimpin transformasional memotivasi dan menginspirasi dengan membantu anggota kelompok melihat penting dan baiknya suatu tugas. Pemimpin fokus pada kinerja anggota kelompok dan juga ingin setiap orang untuk memaksimalkan potensinya. Pemimpin dengan gaya ini sering memiliki standar etika dan moral yang tinggi.
Teori manajemen juga dikenal sebagai teori transaksional, fokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi dan kelompok. Teori ini berdasarkan pada sistem imbalan dan hukuman. Teori manajemen sering digunakan dalam bisnis, ketika karyawan berhasil mereka dihargai, ketika mereka gagal mereka ditegur atau dihukum.
H. Teori Hubungan
Teori hubungan juga dikenal sebagai teori transformasi, fokus pada hubungan yang terbentuk antara pemimpin dan pengikut. Pemimpin transformasional memotivasi dan menginspirasi dengan membantu anggota kelompok melihat penting dan baiknya suatu tugas. Pemimpin fokus pada kinerja anggota kelompok dan juga ingin setiap orang untuk memaksimalkan potensinya. Pemimpin dengan gaya ini sering memiliki standar etika dan moral yang tinggi.
Tag :
Organization,
Menambahkan Gunadarma Back Link Pada Blog
By : utamibiran2. Pilih Rancangan (design)
3. Pilih elemen laman
4. Tambah gadget (add gadget)
5. Copy paste script berikut :
<br />
<div align="center">
<a href="http://www.gunadarma.ac.id/" target="_blank"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxJ6eA8c7XQkFXaU7FX8hZMWOeA7Zw2hyphenhyphenZfl80Qwx6o6JMAHQQLDgsoqXf2281nszCixtlZgkST7nXFsk0qAQvyuePwQGtQ0fhM43NGzfmJUoMuCLMtoaTHGQE73BLmZrtbwz_KHqPXdhg/s110/gunadarma.jpg" width="110" height="108" /></a>
<br /><br />
<div align="center">
<a href="http://v-class.gunadarma.ac.id/" target="_blank"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyifd-Y10sAWGXy9N8qg0vOxGW7yvwyjahweCzadX9VfW8KEyFhwdrExoW3PCfaUpoE6mZ9dMfo4eUXMKUJQsrXUfeQZxJInCvOZjl60Pw2SY1vQ8RDTtoru1J9-cjrczeuP3fA0_U6Mif/s132/vclas.jpg" width="132" height="43" /></a>
<br /><br />
<div align="center">
<a href="http://studentsite.gunadarma.ac.id/" target="_blank"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVtbx3-GXKBRGLEsKB8q-GXiYdKVThM_6QHv7y60TlGzpLJhOWszK_mWa60psbkaR-Kg6tbwf_IbvBS0LvcpfnUdIqItUJoK89moIL-ple15BxYunwx5Zq5Tes-V6n6lA3X43SRoAoOlu4/s130/SS.jpg" width="130" height="54" /></a>
<br /><br />
<div align="center">
<a href="http://elearning.gunadarma.ac.id/" target="_blank"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6HbUK5VBTllHX3ykd38ZRnR7Hdk88UUX6NbwsPxJuxMSDojT5TFIY68YPOqzF_K_h4cp3pvuD2rloZKozxnUN1dzeA38H7z5XKaptQtCrYlKWySjdL6u80-w16lIuiQtQKDjLf3R_t5E5/s130/elearning.jpg" width="130" height="33" /></a>
<br /><br />
<div align="center">
<a href="http://library.gunadarma.ac.id/" target="_blank"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5UxKxKjF2e0EYoNXGEeO9gE_cXOdrAe0AShQVDRx6nKUYyaSASUL7tL0XhR01w20VupEdfEzc_53omCeSdUCzYOiIlu8PCRJ3BUvz3Ppdy5qljBBY-8VHc7Kdb91tfkXCcFda3eleuQTb/s150/perpus.jpg" width="150" height="30" /></a>
<br /><br />
<div align="center">
<a href="http://student.gunadarma.ac.id/" target="_blank"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkONs4Mjye-76U36DBP4Mf-qavqs_PJzyIx9iC0YvSga5Vd-XVBCu2On2DghpPj2Pn7PpcT_LCk5FbpcARderBFtWFQ5ZYyz_b2lmMIRIOfkI_AKZFH7FubtAtoDmztjem3etsov7_ls8Z/s200/portofolio.jpg" width="200" height="47" /></a>
<br /><br />
</div></div></div></div></div></div>
6. Simpan, kemudian lihat hasilnya
Selamat mencoba!!!!!
Tag :
Tutorial,
Cara menambahkan widget socialmedia
By : utamibiranHallo guys!
Sekarang, saya akan posting tentang Cara memasang widget sosial media di blog, dengan memasang widget sosial media pada blog, kalian dapat mengundang pembaca/pengunjung blog untuk terlibat dalam jejaring sosial kalian, dan tentunya dapat meningkatkan reputasi blog kalian. Namun hal itu tak akan terjadi jika pengunjung tidak mengklik tombol follow pada widget jaring sosial kalian, dan mereka hanya akan mengklik atau mengikuti update blog kalian kecuali mereka merasa atau menemukan hal yang berguna dan bermanfaat pada blog kalian. Widget ini tidak otomatis dapat meningkatkan follower blog kalian diberbagai jaring sosial tapi setidaknya kita dapat memancing mereka untuk setidaknya mengklik sekali pada tombol dengan membuat/menampilkan tombol widget ini lebih menarik dan memiliki efek hover yang meluas, mulus dan rapih .
Langsung aja yuk kita bahas caranya, checkthisout...
1. Login ke Blogger.
2 . Pilih Tata Letak / Layout.
3. Klik Add Gadget pada salah satu elemen yang ingin anda pasangkan widget.
4. Pilih gadget "HTML/JavaScript."
5. Letakkan kode script berikut ini kedalamnya.
Keterangan:
Ubah kata yg di bold dengan id kalian yaaa.
Yaaa lumayan gampang kan ya kalo kalian teliti hehe selamat mencoba..
Sekarang, saya akan posting tentang Cara memasang widget sosial media di blog, dengan memasang widget sosial media pada blog, kalian dapat mengundang pembaca/pengunjung blog untuk terlibat dalam jejaring sosial kalian, dan tentunya dapat meningkatkan reputasi blog kalian. Namun hal itu tak akan terjadi jika pengunjung tidak mengklik tombol follow pada widget jaring sosial kalian, dan mereka hanya akan mengklik atau mengikuti update blog kalian kecuali mereka merasa atau menemukan hal yang berguna dan bermanfaat pada blog kalian. Widget ini tidak otomatis dapat meningkatkan follower blog kalian diberbagai jaring sosial tapi setidaknya kita dapat memancing mereka untuk setidaknya mengklik sekali pada tombol dengan membuat/menampilkan tombol widget ini lebih menarik dan memiliki efek hover yang meluas, mulus dan rapih .
Langsung aja yuk kita bahas caranya, checkthisout...
1. Login ke Blogger.
2 . Pilih Tata Letak / Layout.
3. Klik Add Gadget pada salah satu elemen yang ingin anda pasangkan widget.
4. Pilih gadget "HTML/JavaScript."
5. Letakkan kode script berikut ini kedalamnya.
<style>
/* Social Icons
----------------------------------------------- */
a.farespo-social-icons {
margin-right: 5px; /*Adjust This Value As Needed*/
height:45px;
width:45px;
}
a.farespo-social-icons:hover {
opacity: .7;
filter:alpha(opacity=70); /* For IE8 and earlier */
} height:45px;
width:45px;
</style>
<a class="farespo-social-icons" href="https://facebook.com/utami.pertiwi"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjz9KZcuc1K9jGKL-soKY5e2e33Vk-DGe7pkr2hRGWJ1w1502sRyUN996x4P7qXOdXLu3koTKCQbI31pyMSR6z6Gu_npAMxFToqdMo21jWbpH5RUK98SRhPtLl2U9a0czJVazw_msr4jsW/s1600/Bloggertrix-facebook.png" /></a>
<a class="farespo-social-icons" href="https://twitter.com/tamybiran"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdXbVgbOvtCnvdlw8LhJVct-46AI4xfiMaU4PPgOtnpPFUa4Lvb-Z_XP8FNbQzxqh-pQPw1xAGOnEQInF8v5fWFa1KC_nwzRQqh1JLvtjE70XTKpHPpmEBrRlP1rOfwW_yGWXijsFAxynm/s1600/bloggertrix-twitter.png" /></a>
<a class="farespo-social-icons" href="https://plus.google.com/u/0/114601272560564182561"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWHbu6vZkFa4thzbGRsHyfqvxbP1Nn5SraKVJkktXN-vvp5xpjVkQ_L-u5DlKO9FxXjdbiWsqWAbKQs-bAcmNOaweeLd_XHGx6BZ9xVUdIfKlArsJQGGBK_N0IJrY4cySPwTnMsEQPoPQZ/s1600/Bloggertrix-Googleplus.png" /></a>
<a class="farespo-social-icons" href="http://www.feedburner.com/utamiprtw"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqAC2lEyrP8sP8ClseqeLh8S-hZL4mPOJEjHl3xhO6N1mbYngufX7icgtxGUtIh4N51eK1SupjPmYoj6P-LMsuyMLWmfNu1qF8CgMSHwHRl2OcRaxhHjXskbChcAXTrpkaaxlgJBXR-pTy/s1600/Bloggertrix-Rss.png" /></a>
<a class="farespo-social-icons" href="http://pinterest.com/utamiprtw"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHf_Mql3cMfRo31EGLDx5Qb_cqwlLQEh5e_Wax10spjRFGA5EYKpyIdEEvT7w1uNn_UxPEOPgfN8e68EYSCQbtlLn2JY-PKsI3zz2vaAT8uoGIRx3GXhmRLFXrorRA4e6aoJLrly2_7PaQ/s1600/Bloggertrix-pinterest.png" /></a>
Keterangan:
Ubah kata yg di bold dengan id kalian yaaa.
Yaaa lumayan gampang kan ya kalo kalian teliti hehe selamat mencoba..
Tag :
Tutorial,
Timbang Berat Blog
By : utamibiran
Berapa kecepatan masa loading blog anda?
1. Timbang berat blog anda disini
2. Masukkan url blog, kemudian klik "test now"
Tips mengurangkan masa loading blog:
Kecepatan masa loading blog memainkan peranan yang amat penting. Jika
telalu lama masa yang diambil untuk loading blog, kemungkinan pengunjug
blog anda tanpa segan pindah ke blog lain sebelum selesai loading page
blog anda.
1. Timbang berat blog anda disini
Tips mengurangkan masa loading blog:
- Kurangi penggunaan image (jpeg) karena size jpeg biasanya sizenya besar.
- Kurangi jumlah entry post pada home page blog anda. Default setting adalah 7 post, kurangi menjadi 2 atau 1 saja.
- Kurangi widget yang menggunakan javascript.
- Widget yang mempunyai size yang besar seperti blog achieve, blog list atau follower, letaknya di bagian bawah sekali, supaya element yang lain dapat dibaca terlebih dahulu.
- Gunakan "Read More" untuk meringkaskan entry post, supaya loading setiap entry dapat dibaca dengan lebih cepat.
Tag :
Tutorial,
Peran Organisasi Dalam Perusahaan
By : utamibiranTeori Organisasi Umum 2 #1
PERAN ORGANISASI DALAM PERUSAHAAN
II. Memudahkan pengembangan Sumber Daya Manusia, dengan Struktur Organisasi kita mampu melihat bagian-bagian perusahaan mana saja yang nantinya membutuhkan SDM, Struktur Organisasi juga bisa menjadi alat pada saat kita melakukan perekrutan atau penambahan karyawan nantinya. Dengan adanya Struktur Organisasi kita akan berusaha untuk mendapatkan SDM yang berkualitas pada posisi-posisi yang saat ini masih kosong atau rangkap jabatan. Bagi karyawan Struktur Organisasi ini juga akan menjadi motivasi tersendiri untuk naik jabatan pada posisi diatasnya, tanpa Struktur Organisasi karyawan tidak/ belum mengetahui apakah ada jabatan diatas posisinya saat ini.
III. Fungsi delegasi, dengan Struktur Organisasi kita bisa dengan mudah memisah fungsi delegasi antar setiap bagian pekerjaan, sekalipun rangkap jabatan masih ada setidaknya akan diketahui pada posisi mana kita sedang bekerja. Hal ini akan sangat terasa ketika kita telah memiliki karyawan, kadangkala kita melimpahkan pekerjaan pada karyawan tetapi hal itu tidak sesuai dengan lingkup pekerjaannya, sehingga hasil pekerjaan tersebut menjadi tidak maksimal, jika sejak awal kita telah menempatkan karyawan tadi pada suatu posisi tertentu dalam Struktur Organisasi maka kita bisa melihat apakah pekerjaan yang didelegasikan sudah sesuai dengan posisi dan lingkup pekerjaan karyawan tersebut. Dari Struktur Organisasi ini pula kita akan mengetahui posisi – posisi mana saja yang sudah waktunya untuk di delegasikan.
PERAN ORGANISASI DALAM PERUSAHAAN
I. PENGERTIAN ORGANISASI
Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia)
PENGERTIAN ORGANISASI MENURUT AHLI
1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang dibawah pengarahan manajer dan tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Suatu system kegiatan kerjasama dari 2orang atau lebih dengan sesuatu yg tidak terwujud & tidak bersifat perseorangan.
Ciri-ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai
Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia)
PENGERTIAN ORGANISASI MENURUT AHLI
1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang dibawah pengarahan manajer dan tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Suatu system kegiatan kerjasama dari 2orang atau lebih dengan sesuatu yg tidak terwujud & tidak bersifat perseorangan.
Ciri-ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai
Selain
itu Suatu organisasi harus memuat 4 unsur utama, yaitu:
1)
goals oriented (berorientasi tujuan)
2) Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
3) structured activities
4) technological system.
2) Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
3) structured activities
4) technological system.
Metode :
Berarti
suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.
Pengertian
organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian
proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan
faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan
memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka
mencapai tujuan yang sah ditetapkan.
Peran Organisasi :
Jadi
secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk
mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang
ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama,
agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Berdasarkan
arti dari organisasi yang diungkapkan oleh beberapa orang diatas, peran
organisasi dalam sebuah perusahaan sangatlah penting, karena perusahaan
didirikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan untuk mencapai tujuan
tersebut dibutuhkan aktifitas, kerja sama, dan tentu saja orang yang melakukan
aktifitas tersebut atau sumber daya manusia yang ketiga unsur ini terdapat
dalam sebuah organisasi. Kesimpulanya, suatu perusahaan untuk mencapai tujuan
tertentu membutuhkan organisasi didalamnya agar bias tercapai tujuan tersebut.
Peran Metode :
Setelah
mengetahui arti dari Metode itu sendiri, ktia bisa langsung
menyimpulkan bahwa selain peran organisasi, metode tidak kalah penting perannya
didalam sebuah perusahaan. Dengan adanya metode dalam sebuah perusahaan, maka
perusahaan tersebut akan lebih mudah dan teratur dalam mencapai tujuan, visi
dan misi yang telah ditetapkan. Namun menurut saya, ada beberapa factor yang mendukung
untuk berjalannya suatu metode yang digunakan dalam sebuah perusahaan atau
organisasi, antara lain : organisasi yang baik dan pemimpin organisasi yang
tentunya juga harus baik dalam memimpin, sumber daya manusia yang berkualitas
untuk melakukan kerja sama agar tercapai suatu tujuan, teori organisasi yang
dipakai harus sesuai dengan jenis atau bentuk organisasi yang dibentuk di dalam
perusahaan tersebut. Dengan demikian perusahaan tersebut akan lebih mudah dalam
mencapai tujuanya serta akan lebih terstruktur dan rapih karena memiliki metode
dalam organisasi nya.
II. HUBUNGAN ORGANISASI,MANAJEMEN & TATA KERJA
Manajemen
Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan
Tata kerja
Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia
Organisasi
Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur.
• Hubungan organisasi dan manajemen
Organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan
• Hubungan manajemen dan tata kerja
Manajemen berfungsi untuk menjelaskan perlu ada proses kegiatan & pendayagunaan sumber-sumber untuk pelaksanaan kegiatan. Tata kerja berfungsi menjelaskan agar kegiatan itu dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber & waktu yang ada.
• Hubungan Manajemen,Organisasi & Tata kerja
Manajemen merupakan proses kerjasama agar tujuan tercapai .Organisasi adalah alat untuk pencapaian tujuan dan pengelompok.dan tata cara mengatur bagaimana kerjasama itu dilakukan agar tujuan tercapai secara efisien
III. Tipe Struktur Organisasi
Ada beberapa jenis struktur organisasi dan perusahaan harus memilih mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhannya.
1.Struktur Tradisional
Struktur ini berdasarkan fungsi divisi dan departemen. Ini adalah jenis struktur yang mengikuti aturan dan prosedur organisasi. Dicirikan dengan memberikan garis otoritas yang jelas di seluruh level manajemen. Jenis struktur dibawah struktur tradisional adalah :
2. Struktur Lini
Adalah jenis struktur yang memiliki lini perintah yang sangat spesifik. Persetujuan dan perintah dari jenis struktur ini berasal dari atas ke lini yang bawah. Struktur ini sesuai untuk organisasi yang kecil seperti kantor akunting atau kantor hukum. Jenis struktur seperti ini memudahkan pengambilan keputusan, dan bersifat informatif. Mereka memiliki departemen yang lebih sedikit, yang membuat seluruh organisasi sangat desentralisasi.
3. Struktur Lini dan Staff
Meskipun struktur lini sesuai untuk kebanyakan organisasi, khususnya organisasi yang kecil, tapi tidak efektif untuk organisasi yang lebih besar. Dimana struktur organisasi lini dan staff memainkan perannya. Lini dan struktur menggabungkan struktur lini dimana informasi dan persetujuan berasal dari atas ke bawah, dengan dukungan dan spesialisasi staf departemen. Stuktur organisasi lini dan staff lebih terpusat. Manajer lini dan staff memiliki otoritas pada bawahannya. Pada jenis stuktur organiasai ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat karena lapisan dan panduan yang tipikal, dan jangan melupakan formalitas didalamnya.
4. Struktur fungsional
Jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering atau departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif .
IV. PERAN ORGANISASI DI DALAM PERUSAHAAN BERDASARKAN STRUKTUR ORGANISASI
I. Menciptakan bayangan kesuksesan untuk bisnis kita, dengan memiliki Struktur Organisasi kita telah berimajinasi seperti apa bisnis kita dimasa mendatang. Divisi – divisi dan posisi – posisi apa saja yang nanti akan ada bisa tergambar dengan jelas saat ini.
II. HUBUNGAN ORGANISASI,MANAJEMEN & TATA KERJA
Manajemen
Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan
Tata kerja
Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia
Organisasi
Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur.
• Hubungan organisasi dan manajemen
Organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan
• Hubungan manajemen dan tata kerja
Manajemen berfungsi untuk menjelaskan perlu ada proses kegiatan & pendayagunaan sumber-sumber untuk pelaksanaan kegiatan. Tata kerja berfungsi menjelaskan agar kegiatan itu dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber & waktu yang ada.
• Hubungan Manajemen,Organisasi & Tata kerja
Manajemen merupakan proses kerjasama agar tujuan tercapai .Organisasi adalah alat untuk pencapaian tujuan dan pengelompok.dan tata cara mengatur bagaimana kerjasama itu dilakukan agar tujuan tercapai secara efisien
III. Tipe Struktur Organisasi
Ada beberapa jenis struktur organisasi dan perusahaan harus memilih mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhannya.
1.Struktur Tradisional
Struktur ini berdasarkan fungsi divisi dan departemen. Ini adalah jenis struktur yang mengikuti aturan dan prosedur organisasi. Dicirikan dengan memberikan garis otoritas yang jelas di seluruh level manajemen. Jenis struktur dibawah struktur tradisional adalah :
2. Struktur Lini
Adalah jenis struktur yang memiliki lini perintah yang sangat spesifik. Persetujuan dan perintah dari jenis struktur ini berasal dari atas ke lini yang bawah. Struktur ini sesuai untuk organisasi yang kecil seperti kantor akunting atau kantor hukum. Jenis struktur seperti ini memudahkan pengambilan keputusan, dan bersifat informatif. Mereka memiliki departemen yang lebih sedikit, yang membuat seluruh organisasi sangat desentralisasi.
3. Struktur Lini dan Staff
Meskipun struktur lini sesuai untuk kebanyakan organisasi, khususnya organisasi yang kecil, tapi tidak efektif untuk organisasi yang lebih besar. Dimana struktur organisasi lini dan staff memainkan perannya. Lini dan struktur menggabungkan struktur lini dimana informasi dan persetujuan berasal dari atas ke bawah, dengan dukungan dan spesialisasi staf departemen. Stuktur organisasi lini dan staff lebih terpusat. Manajer lini dan staff memiliki otoritas pada bawahannya. Pada jenis stuktur organiasai ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat karena lapisan dan panduan yang tipikal, dan jangan melupakan formalitas didalamnya.
4. Struktur fungsional
Jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering atau departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif .
IV. PERAN ORGANISASI DI DALAM PERUSAHAAN BERDASARKAN STRUKTUR ORGANISASI
I. Menciptakan bayangan kesuksesan untuk bisnis kita, dengan memiliki Struktur Organisasi kita telah berimajinasi seperti apa bisnis kita dimasa mendatang. Divisi – divisi dan posisi – posisi apa saja yang nanti akan ada bisa tergambar dengan jelas saat ini.
II. Memudahkan pengembangan Sumber Daya Manusia, dengan Struktur Organisasi kita mampu melihat bagian-bagian perusahaan mana saja yang nantinya membutuhkan SDM, Struktur Organisasi juga bisa menjadi alat pada saat kita melakukan perekrutan atau penambahan karyawan nantinya. Dengan adanya Struktur Organisasi kita akan berusaha untuk mendapatkan SDM yang berkualitas pada posisi-posisi yang saat ini masih kosong atau rangkap jabatan. Bagi karyawan Struktur Organisasi ini juga akan menjadi motivasi tersendiri untuk naik jabatan pada posisi diatasnya, tanpa Struktur Organisasi karyawan tidak/ belum mengetahui apakah ada jabatan diatas posisinya saat ini.
III. Fungsi delegasi, dengan Struktur Organisasi kita bisa dengan mudah memisah fungsi delegasi antar setiap bagian pekerjaan, sekalipun rangkap jabatan masih ada setidaknya akan diketahui pada posisi mana kita sedang bekerja. Hal ini akan sangat terasa ketika kita telah memiliki karyawan, kadangkala kita melimpahkan pekerjaan pada karyawan tetapi hal itu tidak sesuai dengan lingkup pekerjaannya, sehingga hasil pekerjaan tersebut menjadi tidak maksimal, jika sejak awal kita telah menempatkan karyawan tadi pada suatu posisi tertentu dalam Struktur Organisasi maka kita bisa melihat apakah pekerjaan yang didelegasikan sudah sesuai dengan posisi dan lingkup pekerjaan karyawan tersebut. Dari Struktur Organisasi ini pula kita akan mengetahui posisi – posisi mana saja yang sudah waktunya untuk di delegasikan.
Dengan
adanya fungsi-fungsi diatas kita dapat mengetahui bagaimana pentingnya struktur
organisasi dapat membuat perusahaan lebih terarah / lebih terbuka cara kita
mengatur suatu perusahaan .
Organisasi Niaga
Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan
Macam-macam Organisasi Niaga
1. Perseroan Terbatas (PT)
2. Perseroan Komanditer (CV)
3. Firma (FA)
4. Koperasi
5. Join Ventura
6. Trus
7. Kontel
8. Holding Company
Karena organisasi ini bertujuan untuk mencari kauntungan maka yg harus diperhatikan adalah
- Pemasaran dan penjualan.
Seringkali perusahaan baru bangkrut karena divisi pemasaran dan penjualannya loyo. Banyak yang merasa mampu membuat solusi multimedia dan informatika membuat usaha baru namun setahun kemudian tutup karena tidak dapat proyek. Tugas divisi ini adalah melakukan riset pasar, promosi, mencari prospek klien, melakukan presentasi sampai dapat menghasilkan proyek untuk perusahaan.
Organisasi Niaga
Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan
Macam-macam Organisasi Niaga
1. Perseroan Terbatas (PT)
2. Perseroan Komanditer (CV)
3. Firma (FA)
4. Koperasi
5. Join Ventura
6. Trus
7. Kontel
8. Holding Company
Karena organisasi ini bertujuan untuk mencari kauntungan maka yg harus diperhatikan adalah
- Pemasaran dan penjualan.
Seringkali perusahaan baru bangkrut karena divisi pemasaran dan penjualannya loyo. Banyak yang merasa mampu membuat solusi multimedia dan informatika membuat usaha baru namun setahun kemudian tutup karena tidak dapat proyek. Tugas divisi ini adalah melakukan riset pasar, promosi, mencari prospek klien, melakukan presentasi sampai dapat menghasilkan proyek untuk perusahaan.
-
Produksi. buatlah struktur organisasi yang tepat.
Dalam perusahaan yg kita kelola harus mempunyai struktur organisasi yg jelas & tepat agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan
- Administrasi dan Keuangan.
Divisi ini bertanggung jawab terhadap masalah legal, administrasi, penagihan, pembayaran, termasuk membayar gaji karyawan.
Dalam perusahaan yg kita kelola harus mempunyai struktur organisasi yg jelas & tepat agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan
- Administrasi dan Keuangan.
Divisi ini bertanggung jawab terhadap masalah legal, administrasi, penagihan, pembayaran, termasuk membayar gaji karyawan.
Tag :
Organization,
Utami Pratiwi
By : utamibiranKenapa Utami dan Pratiwi? Mungkin mamaku mikir panjang buat jawab pertanyaanku ini. Utami katanya sih utama. Pratiwi itu katanya pertiwi/wanita. Jadi Utami Pratiwi itu wanita yang diutamakan (aamiin) hehe. Padahal kata saudaraku Utami itu singkatan nama kedua orang tuaku hehe.
Bahagia saat ini kuraih alhamdulillah aku udah punya usaha kecil-kecilan semoga bisa merangkap jadi usaha besar aamiin. Aku buka onlineshop hehe alhamdulillah kesampean apa yg aku mau. Bisa check di facebook hehe alhamdulillah walaupun kecil yang penting lancar...
Satu lagi keinginanku yang alhamdulillah udah kesampean itu jadi aslab di kampusku. Alhamdulillah dimudahin jalannya sama Allah.
Aku kuliah di universitas Gunadarma, Jurusan Cileungsi-Depok hehe jurusan Sistem Informasi deng. Yaaa cita-citaku sih sebenernya menjulang tinggi, tapi sekarang saat aku ketemu dunia yang sesungguhnya yang aku mau cuma ukir senyum terindah buat orang tuaku. Mereka sama-sama merantau Mamaku asli Palembang, Bapakku asli Solo hehe cita-citaku saat ini cuma mau mereka senyum bangga dan selalu peluk aku dalam do'a mereka.
Kalian bisa temuin aku di facebookku, di twitterku, di instagramku, atau di pathku. Be nice friend guys :)















