Financial & Accounting Management
By : utamibiran
Manajemen Keuangan (Financial
Management)
Financial Management adalah tahap perencanaan,
mengalokasikan dan mengelola sumber daya keuangan bisnis untuk memastikan modal
kerja terus-menerus dapat mencakup akutansi, penganggaran, manajemen resiko,
pengadaaan, dan analisis dan pelaporan.
Konsep
Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan adalah manajemen
mengenai fungsi keuangan, dan fungsi manajemen keuangan merupakan
bagaimana mempergunakan serta menempatkan dana yang ada. fungsi fungsi yang ada
dalam perusahaan harusnya dilaksanakan dengan baik mengingat fungsi fungsi yang
ada saling berkaitan satu sama lain.
Seperti telah dibahas diatas,
Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan yang utama :
·
Perolehan Dana, merupakan aktivitas yang
bertujuan untuk memperoleh sumber dana, ntah itu berasal dari internal
perusahaan ataupun bersumber dari eksternal perusahaan
·
Penggunaan Dana, suatu aktivitas
menggunakan atau menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset
·
Pengelolaan Aset (Aktiva), aktivitas ini
adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah didapat dan telah
diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (atkiva), dana harus
dikelola secara efektif dan efisien.
Jadi, dengan aktivitas-aktivitas diatas tersebut, dengan
kata lain fungsi pengambilan keputusan manajemen keuangan adalah keputusan
mengenai pendanaan, investasi dan manajemen aset (aktiva).
Akutansi (Accounting)
Akuntansi dapat diartikan sebagai suatu seni dalam
mencatat, menggolongkan, mengikhtisarkan serta menafsirkan transaksi-transaksi
finansial yang dilakukan oleh perusahaan. Akuntansi dapat dikatakan memberikan
suatu informasi yang berhubungan dengan milik dan hak milik, dan untuk
menunjukan bagaimana milik dan hak-haknya dipengaruhi oleh kegiatan perusahaan.
Accounting
Management adalah penyatuan bagian manajemen
yang mencakup penyajian dan penafsiran informasi yang digunakan untuk perumusan
strategi, aktivitas perencanaan dan pengendalian, pembuat keputusan,
optimalisasi penggunaan sumber daya, pengungkapan kepada pemilik dan pihak
luarm pengungkapan kepada pekerja, dan pengaman aset. (Chartered Institute of Management Accountant, 1994:30)
Jenis-Jenis Laporan Akuntansi antara lain :
- Laporan Neraca
·
Laporan Neraca akan
memberikan informasi tentang Aktiva (Harta) yang dimiliki oleh Perusahaan,
Utang yang menjadi tanggungan perusahaan dan modal yang dimiliki perusahaan.
- Laporan Laba Rugi
·
Laporan Laba Rugi
akan memberikan informasi atas operasional perusahaan apakah mengalami
keuntungan atau kerugian.
- Laporan Perubahan Modal
·
Laporan Perubahan
Modal akan memberikan informasi tentang perubahan modal perusahaan dalam
periode tertentu (satu bulan, satu semester atau satu tahun) dan memberikan
informasi penyebab terjadinya perubahan modal.
- Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas akan memberikan informasi tentang likuiditas dan solvabilitas keuangan perusahaan serta kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dimasa yang akan datang
sumber : Sumber1 , Sumber2 , Sumber3
Android
By : utamibiran
Android
adalah sistem operasi
untuk telepon
seluler yang berbasis Linux.
Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang
buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti
bergerak. Awalnya, Google Inc.
membeli Android Inc., pendatang baru
yang membuat peranti lunak untuk ponsel.
Kemudian untuk mengembangkan Android,
dibentuklah Open
Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan
telekomunikasi, termasuk Google,
HTC,
Intel,
Motorola,
Qualcomm, T-Mobile,
dan Nvidia.
(Nazruddin, 2012)
Antarmuka
pengguna Android didasarkan pada manipulasi langsung, menggunakan perintah
sentuhan yang serupa dengan tindakan di dunia nyata, seperti menggesek,
mengetuk, dan mencubit untuk memanipulasi obyek dilayar. Android adalah sistem
operasi open source, dan Google
merilis kodenya dibawah Lisensi Apache.
Sistem operasi open source dan
lisensi perizinan pada Android memungkinkan perangkat lunak untuk dimodifikasi
secara bebas dan didistribusikan oleh para pembuat perangkat, operator
nirkabel, dan pengembang aplikasi.
Menurut
Nazruddin (2012), beberapa fitur – fitur yang tersedia di Android adalah
sebagai berikut:
1. Framework aplikasi yang mendukung penggantian komponen dan reusable.
2. Mesin Virtual Dalvik dioptimalkan untuk perangkat mobile.
3. Integrated browser berdasarkan engine open source
WebKit.
4. Grafis yang dioptimalkan dan didukung oleh libraries grafis 2D, grafis 3D berdasarkan spesifikasi OpenGL ES
1.0.
5. SQLite untuk penyimpanan data.
6. Media Support yang mendukung audio, video dan gambar (MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR,
JPG, PNG, GIF).
7. Bluetooth, EDGE, 3G, 4G dan WiFi.
8. Kamera, Global Positioning
System (GPS), kompas, dan accelerometer.
Versi Android
diawali dengan dirilisnya Android beta pada bulan November 2007. Versi
komersial pertama, Android 1.0, dirilis pada September 2008. Android
dikembangkan secara berkelanjutan oleh Google dan Open Handset Alliance (OHA), yang telah merilis sejumlah pembaruan
sistem operasi ini sejak dirilisnya versi awal.
Sejak April
2009, versi Android dikembangkan dengan nama kode yang dinamai berdasarkan
makanan pencuci mulut dan penganan manis. Masing-masing versi dirilis sesuai
urutan alfabet, yakni Cupcake (1.5), Donut (1.6), Eclair (2.0–2.1), Froyo
(2.2–2.2.3), Gingerbread (2.3–2.3.7), Honeycomb (3.0–3.2.6), Ice Cream Sandwich
(4.0–4.0.4), Jelly Bean (4.1–4.3), dan KitKat (4.4+).
Sumber :
Compiere
By : utamibiran
Berdasarkan
http://www.compiere.com/products/capabilities/, modul yang dimiliki Compiere
dapat dibagi menjadi 3 bagian besar antara lain, yakni:
1. Performance
Management
a.
Standard Reports, melaporkan dan
mengelola kinerja dari perusahaan menggunakan laporan standard dan reporting tools
yang terintegrasi.
b.
Management
Dashboards, role-based
dashboards yang memungkinkan melakukan drill-down
untuk memonitor dan menganalisis jalannya perusahaan dengan lebih efektif.
c.
Business
View Layer, pengaksesan data bisnis yang lebih aman karena
melalui skema pelaporan yang lebih optimal.
2.
Multisite ERP
a.
Manufacturing,
mengendalikan pekerjaan manufaktur dengan material planning, penjadwalan produksi dan kemampuan shop floor execution.
b.
Warehouse
Management, meningkatkan produktivitas gudang
dengan mengotomatisasi inbound dan outbound logistic.
c.
Purchasing,
mengotomatisasi langkah-langkah dari pengadaan barang hingga pembayaran.
d.
Materials
Management, mengelola penerimaan atas persediaan barang,
pengiriman, pergerakan dan jumlah baik di gudang, suppliers dan pelanggan.
e.
Order
Management, membuat quotes,
book orders, mengelola bahan baku, generate invoices, dan mengelola uang.
f.
Global
Financial Management, satu sistem yang mengotomatisasi
proses bisnis dan mengelola catatan keuangan di perusahaan.
3. Customer
Relationship Management (CRM)
a.
Sales,
pengawasan terhadap pelanggan, dikarenakan terdapat solusi customer relationship management.
b.
E-Commerce,
membuat dan menjalankan web penjualan yang aman.
c.
Service,
mengelola seluruh layanan terhdap pengiriman dari awal hingga akhir.
d.
Customer
History, menampilkan pelanggan dengan tampilan interaksi
360 derajat.
Client-Server Compiere
Di
dalam Compiere ini terdapat dua hal yang penting yaitu pertama Client, Client dalam compiere adalah entitas untuk mengirim data dimana Client hanya mengirim data dalam
organisasi kedua Busniess Partner
adalah suatu entitas yang menjelaskan dengan siapa kita melakukan transaksi
seperti Customer, Vendor dan karyawan (atau orang yang
akan dibayar dan ingin mengambil data yang penting). Compiere juga memilki
beberapa menu, yang di antaranya adalah Application
Dictionary, General Rules,
Quote-to-Invoice, Requisition-to-Invoice, Open Items, Material Management,
Partner Relations, Project Management, Performance Analysis, Service, dan
Assets. Menu - menu tersebut sebenarnya merupakan beberapa Aplikasi yang
saling berhubungan.
Compiere
memberikan pelayanan untuk distribusi dan marketing Exspense yang bersifat
pelayanan terpusat dan berbasiskan kepada server.
Dalam hal ini untuk sotware compiere yang digunakan hanya berbasiskan pada
aplikasi database dan tidak
terkoneksi dengan Server.
Sumber :
Purchase Order
By : utamibiran
Menurut Longman Dictionary of Contemporary English, purchase merupakan kegiatan membeli sesuatu, sedangkan order merupakan permintaan yang
dilakukan pelanggan kepada perusahaan yang menyediakan barang-barang.
Berdasarkan pengertian tersebut, purchase
order dapat diartikan sebagai permintaan yang dilakukan oleh pelanggan
untuk membeli barang-barang kepada perusahaan yang menyediakannya.
Sebuah pesanan pembelian (PO) adalah komersial dokumen dan tawaran resmi pertama yang
dikeluarkan oleh pembeli
ke penjual, yang menunjukkan jenis,
jumlah, dan disepakati harga untuk produk atau jasa penjual akan memberikan
kepada pembeli.
Pesanan pembelian adalah
landasan fungsi manajemen pembelian. Pada prinsipnya, pesanan pembelian
dapat digunakan untuk mendaftar baik transaksi fisik dan keuangan. Pesanan
pembelian dapat dihasilkan dari kutipan pembelian. Bagian dari Purchase Order sebagai berikut :
1.
Purchase Invoicing
(Pembelian Faktur)
Set-up, posting, dan mencetak
faktur pembelian dam membeli memo kredit. Granul ini terintegrasi dengan
General Ledger (Buku Besar) dan Persediaan. Sebuah buku besar berisi semua
account untuk pencatatan transaksi yang berkaitan dengan aset perusahaan,
kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, dan biaya. Dalam software akuntansi
modern atau ERP, buku besar bekerja sebagai pusat repositori untuk data
akuntansi ditransfer dari semua subledgers atau modul seperti rekening hutang,
piutang, manajemen kas, aktiva tetap, pembelian dan proyek.
2.
Purchase Invoice
Discount (Pembelian Faktur Diskon)
Perhitungan faktur diskon
otomatis. Diskon dapat berbeda dari vendor ke vendor dengan jumlah yang berbeda
minimum (juga dalam mata uang yang berbeda) dan tingkat yang berbeda,
tergantung pada ukuran faktur. Diskon dihitung pada garis item individual dan
menjadi bagian dari jumlah bersih faktur.
3.
Warehouse
Warehouse atau pergudangan berfungsi menyimpan barang untuk
produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang
kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Kendala
yang dihadapi dalam pengelolaan warehouse adalah akurasi pergerakan barang dan
menghitung rentang waktu barang disimpan. Dibutuhkan kontrol aktivitas
pergerakan barang dan dokumen untuk meningkatkan efisiensi penggunaan warehouse agar jumlah dan rentang waktu barang
disimpan dalam nilai minimum atau sesuai perencanaan.
4.
Item (Barang atau
Jasa)
Barang atau komoditas dalam
pengertian ekonomi adalah suatu objek atau jasa yang memiliki nilai. Nilai
suatu barang akan ditentukan karena barang itu mempunyai kemampuan untuk dapat
memenuhi kebutuhan. Dalam makroekonomi dan akuntansi, suatu barang sering dilawankan
dengan suatu jasa. Barang didefinisikan sebagai suatu produk fisik (berwujud)
yang dapat diberikan pada pembeli dan melibatkan perpindahan kepemilikan dari
penjual ke pelanggan, kebalikan dengan suatu jasa (tak berwujud). Istilah
"komoditas" sering digunakan dalam mikroekonomi untuk membedakan
barang dan jasa.
5.
Vendor (Suplier)
Vendor atau supplier adalah
lembaga, perorangan atau pihak ketiga yang menyediakan bahan, jasa, produk
untuk diolah atau dijual kembali atau dibutuhkan oleh perusahaan untuk
meningkatkan kinerja perusahaan. Karenanya, mendata vendor seperti
memperlakukan pelanggan menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan. Hampir tidak
ada vendor yang berdiri sendiri.
Vendor juga adalah sebuah
perusahaan yang memiliki mekanisme kerja dan sistem, sebagaimana perusahaan
sendiri. Karenanya, apa yang menjadi persoalan vendor. Kerap menjadi persoalan perusahaan
juga. Baik yang menyangkut manajemen mutu, ketepatan pengiriman, kondisi
pembayaran, dan lain-lain. Terlebih lagi jika vendor perusahaan menggunakan
jasanya untuk mengerjakan sebagian dari bisnis perusahaan, maka pemahaman yang
baik mengenai vendor diperlukan sebagai bagian dari usaha meningkatkan kinerja
perusahaan sendiri.
Hubungan perusahaan dengan
vendor, bisa juga lebih kompleks. Misalnya usaha retail, maka sistem pengkodean
vendor menggunakan untuk memproses data dalam perusahaan. Penggunaan kode yang
dibuat oleh supplier atau vendor kerap lebih menghemat waktu kerja dan biaya
jika dibandingkan jika perusahaan mengkodekan sendiri data barang/persediaan
yang dibeli.
6.
Posting Purchase
Orders (Posting Pesanan Pembelian)
Ketika perusahaan telah
menyelesaikan semua garis dan memasukkan semua informasi mengenai sales order, perusahaan
dapat memposting purchase order. Ini
berarti bahwa perusahaan akan membuat
pengiriman dan faktur. Qty. To Recieve dan Qty to Invoice. untuk field Faktur
pada purchase order, nilai-nilai di
field ini diisi secara otomatis ketika kuantitas yang dimasukkan dalam field
(Qty) Kuantitas pada baris purchase order.
7.
Partial Receipts
(Pengiriman parsial)
Jika diperlukan, jumlah dalam
field Qty. Recieve dapat dikurangi sebelum posting, sehingga pesanan dikirim
sebagian. Untuk mengaktifkan pengiriman parsial posting harus memilih Partial
di field Shipping Advice pada header pesanan penjualan.
8.
Posting Batch
Jika perusahaan ingin memposting
beberapa dokumen penjualan, perusahaan dapat mempertimbangkan batch posting
dokumen bukannya posting dokumen satu per satu.
Lazada
By : utamibiran
Profil Perusahaan Lazada
Lazada
merupakan top
online retailer di Indonesia. Perusahaan ini
memberikan kesempatan kepada konsumen untuk membeli segala jenis produk yang
berkaitan dengan elektronik, dekorasi rumah tangga hingga produk kesehatan dan
kecantikan hanya dengan mengakses ke website
yang telah disediakan. Produk pesanan akan di antar ke rumah-rumah konsumen
dengan pelayanan kurir yang cepat dengan kualitas produk yang terbaru dan
terbaik. Pembayaran juga dapat di lakukan dengan uang tunai bila tidak memiliki
kartu kredit.
Tujuan
dari perusahaan ini adalah menjadi salah satu belanja online yang
paling top
dan utama di Indonesia serta memberikan
pelayanan kepada konsumen secara
maksimal, memberikan inspirasi dalam belanja dan memberikan pengalaman
kepada konsumen dalam memilih-milih produk online.
Karyawan yang bekerja di perusahaan ini merupakan individu yang mempunyai jiwa
kewirausahaan, karena mereka berasal dari sekolah bisnis terbaik dan perusahaan
di seluruh dunia. Oleh sebab itu tidak diragukan lagi kualitas dalam pemberian
pelayanan kepada konsumen yang akan di berikan secara maksimal.
Pelayanan yang Lazada berikan
memiliki kelebihan tersendiri dalam pasar Indonesia, antara lain :
1. Menyediakan produk premium
dengan delapan kategori : elektonik komputer, perlengkapan & peralatan
rumah tangga, perlengkapan anak, produk kesehatan & kecantikan,
perlengkapan travelling,
perhiasan & jam tangan, serta perlengkapan olahraga. Untuk elektronik,
Lazada menyediakan smartphones,
televisi, video hingga berbagai aksesoris untuk melengkapi peralatan elektronik
konsumen. Lazada juga menawarkan solusi untuk keperluan rumah tangga yang dapat
ditemukan pada kategori perlengkapan & peralatan rumah tangga serta
menyediakan berbagai macam aksesoris untuk hewan peliharaan kesayangan. Selain
itu apabila konsumen ingin piknik ke pantai atau hanya di halaman rumah, Lazada
menyediakan berbagai perlengkapan untuk keperluan aktifitas luar ruangan.
Lazada juga memiliki berbagai pilihan peralatan pencahayaan, peralatan dapur,
alat – alat untuk mengecat rumah dan masih banyak lagi. Lazada juga menawarkan
produk untuk si buah hati mulai dari mainan anak-anak , meja dan kursi untuk
bermain, matras hingga tempat tidur. Selain itu konsumen dapat menemukan
berbagai peralatan make-up serta
produk kesehatan & kecantikan disini. Bagi pelanggan yang memiliki hobi travelling,
temukan juga pilihan perlengkapan travelling dan
backpacks.
2. Lazada menawarkan discount dan
harga yang menarik. Lazada sangat fokus dalam menyediakan berbagai produk
dengan harga spesial. Lazada juga menawarkan dengan harga yang kompetitif
dibandingkan retailer lainnya.
3. Untuk biaya ongkos kirim Lazada
tidak mengenakan tarif sama sekali, dan sangat cepat sampai di depan pintu
rumah pelanggan. Untuk pemesanan, Lazada menyediakan pelayanan yang cepat dan
ekslusif dengan menggunakan kurir yang professional.
4.
Lazada menerima pembayaran dengan uang tunai, kredit maupun debit.
Contoh Permasalahan
Lazada
merupakan toko online
yang
menjual beberapa produknya menggunakan Blog dan twitter sebagai alat e-commerce,
mereka memasarkan berbagai jenis produk beserta klasifikasi dan harga yang
dicantumkan di setiap label
barang/produk
yang dijual. Hal ini yang membuat pelanggan dengan mudah memilih dan mengakses
setiap jenis produk yang diinginkan. Manfaat dari penggunaan e-commerce itu
sendiri adalah inovasi-inovasi yang disediakan mempunyai banyak manfaat bagi
organisasi, perorangan, dan masyarakat, selain itu e-commerce dapat
membuat pasar nasional maupun internasional lebih mudah diakses dengan
menurunkan biaya pengolahan, distribusi, dan pengambilan informasi. Pelanggan
dapat dengan mudah mengakses sejumlah besar produk dan jasa hanya dengan waktu
beberapa menit.
Manfaat
utama kepada masyarakat adalah kemampuan memberikan informasi, layanan, dan
produk dengan mudah dan nyaman kepada orang-orang di kota-kota, daerah
pedesaan, dan negara berkembang. Meskipun manfaat dari e-commerce sangatlah
banyak tetapi ada beberapa keterbatasan yang harus diperhatikan, baik teknologi
maupun nontechnological,
yang telah memperlambat pertumbuhan dan penerimaan. Keterbatasan teknologi
termasuk kurangnya keamanan, bandwidth
telekomunikasi
yang cukup, kesamaan atau plagiat penggunaan e-commerce dari
segi bentuk,inovasi,maupun cara menjualnya serta aksesibilitas yang mahal.
Keterbatasan
nontechnological termasuk
persepsi bahwa e-commerce
tidak
aman
merupakan
masalah hukum yang belum terselesaikan, dan tidak memiliki massa kritis antara
penjual dan pembeli. Dengan berjalannya waktu, keterbatasan, terutama asalah teknologi dapat dikurangi dan diatasi.
Samwer
Brothers merupakan pendiri dari Rocket Internet di Indonesia. Rocket Internet
adalah perusahaan induk yang mempunyai 2 anak perusahaan di Indonesia yaitu
Lazada dan Zalora yang keduanya merupakan belanja online untuk
para pelanggan di Indonesia, mungkin Samwer Brothers bukan idola bagi
kebanyakan pengusaha, tetapi perusahaan mereka memberikan dampak yang besar
bagi pasar startup seperti
Indonesia. Sejak kedatangan mereka beberapa bulan yang lalu, Rocket Internet
telah memperkerjakan karyawan dengan sangat cepat, mereka membawa perusahaan
tiruan ke pasar dan mendapatkan keuntungan dari tiruan tersebut. Orang-orang di
perusahaan ini tidak banyak bicara, bahkan salah satu strategi mereka adalah
menghindar dari blog teknologi. Itu bisa berarti ada yang disembunyikan oleh
mereka, tetapi bisa juga berarti bahwa mereka ingin fokus atas apa yang mereka
lakukan dan berbagai hal yang ingin menambahkan nilai untuk mereka dan
perusahaannya. Tentu saja Rocket Internet juga sebenarnya tidak populer
diantara media teknologi karena prinsip anti-inovasi mereka, yang mungkin
menjadi alasan utama mereka menghidari jurnalis teknologi. Jika di perhatikan
bagaimana mereka beroperasi di pasar baru, pasti kita akan kaget. Mereka telah
hadir di Indonesia baru 3 bulan yang lalu dan mereka telah memiliki ratusan
karyawan, dengan lebih dari 6 produk yang telah ada di pasar. Orang-orang ini
tidak pernah berkeluh kesah mengenai layanan pembayaran untuk e-commerce mereka,
mereka hanya mencoba cara untuk membuatnya berhasil.
Permasalahan
yang paling mendasar bila dilihat dari kutipan wacana diatas adalah pendiri
dari perusahaan lazada ini sangatlah terang-terangan memperlihatkan bahwa
perusahaan tersebut merupakan tiruan atau plagiat dari perusahaan online yang
sudah ada seperti Amazon dan Zappos. Hal ini dapat dilihat ketika mereka sangat
antusias dalam mengembangkan perusahaan tersebut sehingga mendapatkan
keuntungan yang sangat banyak hanya dalam waktu kurang lebih 3 bulan semenjak
pendirian dan membuatnya lebih maju dari perusahaan yang sudah ada, padahal
apabila mereka sudah mengetahui tentang keplagiatan yang dilakukan, mereka
seharusnya mengubah cara bekerja perusahaan mereka dan membuat inovasi-inovasi
yang baru. Sebagai contoh tiruan yang sangat terlihat adalah dari segi
bentuk,klasifikasi,inovasi maupun cara membeli dari perusahaan lazada sangatlah
mirip dengan perusahaan amazon yang lebih dahulu berdiri. Ini adalah gambar
dari blog lazada dan amazon, kita bisa lihat disini kesamaan yang hampir sama
dari kedua blog tersebut :
Permasalahan
diatas tidaklah terlalu siginifikan karena tidak berdampak terlalu besar
terhadap kemajuan perusahaan lazada di Indonesia dalam memperoleh keuntungan
serta penyediaan pelayanan dan kualitas dari produk tersebut. Mungkin kita bisa
saja terus menjelek-jelekan Rocket Internet, tetapi mereka tahu cara melakukan
eksekusi dan membesarkan skala perusahaan dengan cepat. Motif dan agenda mereka
mungkin tidak mulia, tetapi mereka bisa mengajarkan kita untuk membangun bisnis
dan ekosistem yang sebenarnya. Persis seperti apa yang dibutuhkan oleh startup Indonesia
saat ini, yaitu seseorang yang bisa menunjukkan bagaimana menjalankan bisnis
secara serius: mengembangkan dan mengeksekusi.
Sumber :







