Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
By : utamibiran
1. PENGERTIAN
Skripsi
Skripsi adalah
karrya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program
Sarjana (S1). Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam
penelitian yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.
Tesis merupakan
karya ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian
tehadap suatu hipotesa. jadi misal ada suatu hipotesa atau atau sesuatu yang
masih praduga atau butuh diuji kebenarannya maka dilakukanlah pengujian
terhadap praduga tersebut. tesis sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
tesis ditulis untuk meraih gelar magister (S2).
Diseratsi
Pencapaian gelar
akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan
manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi dihadapan Dewan
Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang
masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil
dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta
valid dengan analisis terinci.
Disertasi atau
Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung
filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan)
menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah
praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang
filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan
pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.
Tugas Akhir (TA)
Tugas Akhir
(TA) adalah hasil tertulis dari pelaksanaan suatu penelitian, yang dibuat
untuk pemecahan masalah tertentu dengan menggunkan kaidah-kaidah yang berlaku
dalam bidang ilmu tersebut.
2. Perbedaan Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Tuags
Akhir
No
|
Aspek
|
Skripsi
|
Tesis
|
Disertasi
|
1
|
Jenjang
|
S1
|
S2
|
S3 (tertinggi)
|
2
|
Permasalahan
|
Dapat diangkat
dari pengalaman empirik, tidak mendalam
|
Diangkat dari
pengalaman empirik, dan teoritik, bersifat mendalam
|
Diangkat dari
kajian teoritik yang didukung fakta empirik, bersifat sangat mendalam
|
3
|
Kemandirian
penulis
|
60% peran
penulis, 40% pembimbing
|
80% peran
penulis, 20% pembimbing
|
90% peran
penulis, 10% pembimbing
|
4
|
Bobot Ilmiah
|
Rendah –
sedang
|
Sedang –
tinggi. Pendalaman / pengembangan terhadap teori dan penelitian yang
ada
|
Tinggi,
Tertinggi dibidang akademik. Diwajibkan mencari terobosan dan
teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
|
5
|
Pemaparan
|
Dominan
deskriptif
|
Deskriptif dan
Analitis
|
Dominan
analitis
|
6
|
Model Analisis
|
Rendah –
sedang
|
Sedang –
tinggi
|
Tinggi
|
7
|
Jumlah rumusan
masalah
|
Sekitar 1-2
|
Minimal 3
|
Lebih dari 3
|
8
|
Metode / Uji
statistik
|
Biasanya
memakai uji Kualitatif / Uji deskriptif, Uji statistik parametrik (uji 1
pihak, 2 pihak), atau Statistik non parametrik (test binomial, Chi kuadrat,
run test), uji hipotesis komparatif, uji hipotesis asosiatif, Korelasi,
Regresi, Uji beda, Uji Chi Square, dll
|
Biasanya
memakai uji Kualitatif lanjut / regresi ganda, atau
korelasi ganda, mulitivariate, multivariate lanjutan (regresi dummy, data
panel, persamaan simultan, regresi logistic, Log linier analisis,
ekonometrika static & dinamik, time series ekonometrik) Path analysis,
SEM
|
Sama dengan
tesis dengan metode lebih kompleks, berbobot yang bertujuan mencari terobosan
dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
|
9
|
Jenjang
Pembimbing / Penguji
|
Minimal
Magister
|
Minimal Doktor
dan Magister yang berpengalaman
|
Minimal
Profesor dan Doktor yang berpengalaman
|
10
|
Orisinalitas
penelitian
|
Bisa replika
penelitian orang lain, tempat kasus berbeda
|
Mengutamakan
orisinalitas
|
Harus orisinil
|
11
|
Penemuan
hal-hal yang baru
|
Tidak harus
|
Diutamakan
|
Diharuskan
|
12
|
Publikasi
hasil penelitian
|
Kampus
Internal dan disarankan nasional
|
Minimal
Nasional
|
Nasional dan
Internasional
|
13
|
Jumlah rujukan
/ daftar pustaka
|
Minimal 20
|
Minimal 40
|
Minimal 60
|
14
|
Metode /
Program statistik yang biasa digunakan
|
Kualitatif /
Manual, Excel, SPSS dll
|
Kualitatif
lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
|
Kualitatif
lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
|
Perbedaan dari
ketiga jenis karya ilmiah itu secara umum adalah perbedaan dalam
mendapatkan gelar. pada skripsi gelar yang akan di dapat adalah sarjana (S1),
pada tesis gelar yang dapat diperoleh adalah magister (S2), dan pada disertasi
gelar yang didapat adalah doktor (S3).
Selain perbedaan
gelar yang didapat ketiga karya ilmiah tersebut memilik perbedaan
lainnya.disertasi bobot akademisnya lebih besar daripada tesis, dan tesis bobot
akademisnya lebih besar dari skripsi. selain itu permasalahan yang dibahas
dalam ketiga karya ilmiah itu berbeda. pada disertasi permasalahan yang dibahas
lebih luas dan mendalam daripada kedua karya ilmiah lainnya karena hasil dari
disertasi merupakan teori baru atau sesuatu yang baru dan asli diciptakan. pada
tesis permasalahan yang dibahas lebih mendalam daripada skripsi.
TA dan Skripsi
mempunyai kedudukan yang sama dengan mata kuliah yang lain, tetapi berbeda
bentuk, proses belajar mengajar dan cara penilaiannya. Bobot TA dan Skripsi
ditentuka 4 SKS yang setara dengan kegiatan akademik setiap minggu 16-20 jam
selama satu semester atau setara dengan kegiatan 400-500 jam.
TA dan Skripsi
merupakan tugas akhir (final assigment) dengan mempertimbangkan keterbatasan
kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian. Penelitian yang mendasari
penulisan TA dan Skripsi ini dapat berupa penelitian dasar (basic research)
atau penelitian terapan (applied research) yang didasari oleh minat intlektual
mahasiswa.
3. Contoh Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Contoh Skripsi
Hubungan
Akselerasi, Kelincahan Dan Daya Tahan Dengan Keterampilan Bermain Bulutangkis
Siswa Putra SMA Negeri I Baturetno
ABSTRAK
Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan akselerasi, kelincahan dan daya tahan
dengan keterampilan bermain bulutangkis siswa putra SMA Negeri I Baturetno.
Penelitian ini merupakan
penelitian korelasi, menggunakan metode survei dengan teknik tes dan
pengukuran Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra SMA Negeri I
Baturetno berjumlah 20 Orang. Sedangkan instrument yang digunakan untuk
akselerasi adalah tes 20 meter ssatuannya detik, tes kelincahan diukur dengan
shuttle run selama 60 detik satuannya frekuensi, daya tahan diukur dengan tes
lari 2400 meter satuannya menit.
Keterampilan
bermain bulutangkis diukur dengan sistem setengah kompetisi satuannya angka.
Data dianalisis dengan rumus korelasi product moment. Sebelumnya data
dianalisis perlu diadakan pengujian persyaratan analisis data yaitu uji
normalitas, uji linieritas dan uji hipotesis. Uji normalitas data menggunakan
chi kuadrat (X2), menggunakan program SPS adisi Sutrissno Hadi. Untuk menguji
linieritas data, digunakan teknik analisis variansi terhadap gari regresi dan
uji hipotesis menggunakan analisis regresi. Setelah uji normalitas menghasilkan
normal dan uji linieritas menghasilkan data yang linier.
Maka hasil penelitian yang diperoleh adalah hubungan antara
akselerasi dengan keterampilan bulutangkis dengan r = -0.515 dan p = 0.019
berarti signifikan. Ada hubungan antara kelincahan dengan keterampilan bermain
bulutangkis dengan r = 0.883 dan p = 0.000 berarti signifikan. Ada hubungan
antara daya tahan dengan keterampilan bermain bulutangkis dengan r =
-0.628 dan p = 0.003 berarti signifikan. SSelenjutnya hasil analisis regresi
ganda dengan tiga prediktor menunjukkan korelasi yang signifikan dengan R =
0.897 antara akelerasi, kelincahan dan daya tahan dengan keterampilan bermain
bulutangkis. Besarnya koefisien determinan R2(kuadrat) = 0.805 sumbangan
efektif (SE) yang diberikan ketiga variabel ssecara kesesluruhan sebessar
80.470%.
Contoh Tesis
Korelasi Antara
Sikap Siswa Kepada Guru Dengan Aktivitas Belajar Siswa Di Smpn 1 Plosoklaten
Tahun Ajaran 2012 / 2013
ABSTRAK
Agus Puguh
Santosa. 2013. Tesis. Korelasi antara sikap siswa kepada guru dengan aktivitas
belajar siswa di SMP Negeri 1 Plosoklaten. Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyan STAIN Kediri.
Dosen pembimbing : Dr. Mukhammad Abdullah, M.Ag dan Dr. Moh.
Asror yusuf, M.Ag
Kata kunci : Sikap
Siswa dan Aktivitas Belajar
Sikap siswa
kepada guru adalah kecenderungan siswa untuk merespons baik secara positif
maupun negatif terhadap guru yang mencakup tiga komponen penting yaitu
kognitif, afektif, dan konasi. Aktivitas belajar adalah seluruh kegiatan siswa
dalam proses belajar yang menghasilkan perubahan tingkah laku dan pengalaman.
Sikap siswa kepada guru dan aktivitas belajar merupakan faktor yang berpengaruh
terhadap kualitas belajar siswa SMP Negeri 1 Plosokalten. Untuk mengetahui
hubungan antara sikap siswa kepada guru dengan aktivitas belajar siswa SMP
Negeri 1 Plosoklaten, dilakukan melalui jalan researct pada siswa SMP Negeri 1
Plosoklaten
Penulisan ini
bertujuan untuk:
(1) Mengetahui
sikap SMP Negeri 1 Plosoklaten kepada gurunya,
(2) Mengetahui
aktivitas belajar siswa SMP Negeri 1 Plosoklaten, dan
(3) Mengetahui
hubungan antara sikap siswa kepada guru dengan aktivitas belajar siswa SMP
Negeri 1 Plosoklaten. Variabel-variabel penelitian yang diperhatikan adalah:
(1)
variabel bebas yaitu sikap siswa kepada guru,
(2) variabel
terikat yaitu aktivitas belajar.
Hasil dari
analisa data tersebut dan setelah dikorelasikan ternyata dapat
diketahui bahwa diperoleh r xy sebesar 0,345 pada taraf signifikan 5%
dengan sampel sebanyak 278 responden. Hasil tersebut menunjukkan adanya
hubungan korelasi yang rendah dan signifikan ( hitung
t = 6,51> table t = 1,645)
dengankoefisien determinan = r2 x 100 % atau 0,119025 x 100 % = 11,9 %
sedangkan sisanya 88,1% ditentukan oleh faktor lain
Rendahnya tingkat
korelasi dikarenakan rendahnya nilai sikap siswa kepada guru. Dan rendahnya
nilai sikap siswa kepada guru dimungkinkan karena adanya selektivitas dan minat
siswa dalam memilih guru serta kurang baiknya interaksi antara siswa dengan
guru.
Berdasar hasil
penelitian ini, penulis menyarankan beberapa hal:
(1)Pimpinan
sekolah senantasa membina para guru untuk senantiasa berperilaku yang patut dan
pantas dijadikan tauladan bagi anak didik
(2) Pimpinan
sekolah hendaknya berupaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan
kondusif
(3) Guru
hendaknya senantiasa berusaha untuk menciptakan interaksi yang baik dengan
siswa agar siswa memiliki sikap positif terhadapnya sehingga siswa dapat
mengikuti proses belajarnya dengan nyaman dan menyenangkan
(4) Orang tua
disarankan untuk bersikap bijak dan tegas dalam mendidik anak-anaknya mengingat
sebagian besar proses belajar anak adalah di rumah (5) Bagi peneliti
selanjutnya, diharapkan mengkaji masalah ini dengan jangkauan yang lebih
luas demi perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia penelitian.
Contoh Disertasi
Pengaruh
Pendekatan Pembelajaran Dan Kemampuan Verbal Terhadap Kemapuan Berbicara Bahasa
Inggris Siswa SMA Negeri 14 Dan 21 Medan (2012)
The Effect of
Instructional Approach and Verbal
Reasoning on
Students’ English Speaking Competence
SMA Negeri 14
and 21 Medan (2012)
NAEKLAN SIMBOLON
ABSTRACT
The
objective of this research was to know the effect of instructional approach and
verbal reasoning on students’ English speaking competence SMA Negeri 14 and 21
Medan. The research was conducted at SMA Negeri 14 and 21 Medan, in the first
semester 2010/2011 academic year. The experimental research is done by using 2
x 2. Trarment by level design, with 160 students as sample thet were taken by
random sampling. The instrument used were verbal reasoning test and English
speaking competence observation. The result of the research shows that: (1)
there is the difference of students’ speaking competence between students
taught by Contextual Teaching and Learning and expository instruction, (2)
there is the interaction between instruction approach and verbal reasoning and
speaking English competence of SMA Negeri 14 and 21 Medan, (3) there
is the difference of the students’ English speaking competence between students
who have high verbal reasoning and low verbal reasoning, (4) there is the
difference of the students’ English Speaking Competence who have low verbal
reasoning taught by using Contextual Teaching and Learning compare with the
students who taught by using expository instruction.
Contoh Tugas
Akhir
FORM PERNYATAAN
PLAGIARISME
Saya yang
bertandatangan dibawah ini:
Nama :
{Nama Mahasiswa}
NIM :
………………………….
Program studi :
………………………….
Jurusan : Teknik Elektro
menyatakan dengan
sesungguhnya bahwa Laporan Tugas Akhir berjudul PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
AKADEMIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN VB.NET adalah betul-betul karya sendiri dan
bukan menjiplak atau hasil karya orang lain. Hal-hal yang bukan karya saya,
dalam Tugas Akhir tersebut diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam daftar
pustaka.
Apabila di
kemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima
sanksi akademik berupa pencabutan Tugas Akhir dan gelar yang saya peroleh dari
Tugas Akhir tersebut.
Bukit Jimbaran,
1 Agustus 2013
Yang membuat
pernyataan
Tanda tangan
Nama Mahasiswa
NIM.
Politeknik
Negeri Bali iv
KATA PENGANTAR
Puji Syukur
penulis panjatkan kehadapan Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir ini yang berjudul
“Perancangan Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Menggunakan Vb.Net “ tepat
pada waktunya.
Penyusunan
Proyek akhir ini diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan
Program Pendidikan Diploma III pada Program Studi Manajemen Informati Jurusan
Teknik Elektro Politeknik Negeri Bali.
Dalam penyusunan
Tugas Akhir ini penulis banyak meperoleh bimbingan dan masukan dari berbagai
pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu dalam
kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak A
selaku…
2. Bapak B
selaku…
3. Ibu C
selaku….
Penulis
menyadari bahwa LAporan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.
Akhir kata
semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Politeknik
Negeri Bali khususnya, dan pembaca pada umumnya.
Jimbaran, Juli
2013
Penulis
{Judul: Font
Time New Roman 14pt,Bold, Kapital}
{Contoh Kata
Pengantar}
Politeknik
Negeri Bali v
ABSTRAK
Dalam Laporan
Tugas Akhir memuat suatu rancangan sistem informasi akademik berbasis web yang
dapat memudahkan kerja operator maupun dapat diakses oleh mahasiswa dimana
saja. Sistem dibangun menggunakan Software VB.Net yang memiliki keunggulan…..
dst…
Kata Kunci : Sistem Informasi Akademik, VB.Net,
internet
Design of
Academic Information System Web Base Using Vb.Net
This report
shows a design of an Academic Information System Web Bases that the operator be
able to operate it easily or students can access the system from many places……
Keywords:
Academic Information System, VB.Net, internet
Narasumber :
Sumber1 , Sumber2 , Sumber3 , Sumber4 , Sumber5 , Sumber6 , Sumber7 , Sumber8 , Sumber9 , Sumber10
Tag :
Learning,
Tanah Longsor
By : utamibiranTanah longsor terjadi akibat pergerakan tanah di daerah lembab. Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.
Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya bencana ini adalah lereng yang gundul serta kondisi tanah dan bebatuan yang rapuh. Air hujan adalah pemicu utama terjadinya tanah longsor.
Ulah manusia pun bisa menjadi penyebab tanah longsor seperti penambangan tanah, pasir dan batu yang tidak terkendalikan.Hal menarik mengenai Indonesia dan Tanah Longsor:
Bencana tanah longsor ini dapat terjadi jika gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan.Gaya pendorong diakibatkan oleh oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan.
Sedangkan penyebab gaya penahan adalah kekuatan batuan dan kepadatan tanah.Ini semua dimulai saat musim kering yang panjang, pada saat itu terjadi penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar.
Akibatnya terjadi rongga-rongga dalam tanah yang kemudian disusul adanya retakan dan rekahan di dalam tanah.Di indonesia biasanya bencana tanah longsor terjadi pada bulan november. Tahu sendirikan di bulan itu intensitas curah hujan meningkat. Melalui tanah yang merekah pada musim kering itu, air hujan akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng,sehingga menimbulkan gerakan lateral.
Ditambah sudut lereng yang terjal atau mencapai sekitar 180 derajat sehingga dapat menyebabkan tanah longsor. Dan sudah barang tentu akibat paling pahit akan dialami oleh orang yang tinggal di dekatnya.Akibat dari Tanah longsor sebenarnya bisa dihindari seperti membuat vegetasi atau tidak tinggal di tempat penyebab bencana ini dapat terjadi. Masih banyak tanah untuk tempat tinggal yang layak di indonesia.
Wilayah Indonesia mempunyai banyak potensi akan terjadinya tanah longsor.
-Jawa Tengah ( 327 Lokasi)
-Jawa Barat (276 lokasi)
-Sumatra Barat ( 100 lokasi)
-Sumatera Utara ( 53 lokasi)
-Yogyakarta (30 lokasi)
-Kalimantan Barat (23 lokasi)
Maka dalam statistik wilayah indonesia yang memiliki banyak potensi yaitu Wilayah Jawa Tengah. Jawa tengah.Jenis-Jenis Tanah Longsor
1. Longsoran Translasi
2. Longsoran Rotasi
3. Pergerakan Blok
4. Runtuhan Batu
5. Rayapan Tanah
6. Aliran Bahan Rombakan
Longsor Translasi: Longsoran translasi adalah ber-geraknya massa tanah dan batuan padabidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.
Longsor Rotasi: Longsoran rotasi adalah bergerak-nya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung
Pergerakan Blok: Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu
Runtuhan Batu: Runtuhan batu terjadi ketika sejum-lah besar batuan atau materiall lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Umumnya terjadi pada lereng yang terjal hingga meng-gantung terutama di daerah pantai. Batu-batu besar yang jatuh dapat Tanah longsor terjadi akibat pergerakan tanah di daerah lembab
Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.
Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya bencana ini adalah lereng yang gundul serta kondisi tanah dan bebatuan yang rapuh. Air hujan adalah pemicu utama terjadinya tanah longsor. Ulah manusia pun bisa menjadi penyebab tanah longsor seperti penambangan tanah, pasir dan batu yang tidak terkendalikan.
Hal menarik mengenai Indonesia dan Tanah Longsor:
Bencana tanah longsor ini dapat terjadi jika gaya pendorong
pada lereng lebih besar dari gaya penahan.Gaya pendorong diakibatkan
oleh oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis
tanah batuan. Sedangkan penyebab gaya penahan adalah kekuatan batuan
dan kepadatan tanah.
Ini semua dimulai saat musim kering yang panjang, pada saat
itu terjadi penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar.
Akibatnya terjadi rongga-rongga dalam tanah yang kemudian disusul adanya
retakan dan rekahan di dalam tanah.
Ditambah sudut lereng yang terjal atau mencapai sekitar 180 derajat sehingga dapat menyebabkan tanah longsor. Dan sudah barang tentu akibat paling pahit akan dialami oleh orang yang tinggal di dekatnya.
Akibat dari Tanah longsor sebenarnya bisa dihindari seperti membuat vegetasi atau tidak tinggal di tempat penyebab bencana ini dapat terjadi. Masih banyak tanah untuk tempat tinggal yang layak di indonesia.
Wilayah Indonesia mempunyai banyak potensi akan terjadinya tanah longsor.
-Jawa Tengah ( 327 Lokasi)
-Jawa Barat (276 lokasi)
-Sumatra Barat ( 100 lokasi)
-Sumatera Utara ( 53 lokasi)
-Yogyakarta (30 lokasi)
-Kalimantan Barat (23 lokasi)
Maka dalam statistik wilayah indonesia yang memiliki banyak potensi yaitu Wilayah Jawa Tengah. Jawa tengah.
Jenis-Jenis Tanah Longsor
- Longsoran Translasi
- Longsoran Rotasi
- Pergerakan Blok
- Runtuhan Batu
- Rayapan Tanah
- Aliran Bahan Rombakan
Longsor Translasi: Longsoran translasi adalah ber-geraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.
Longsor Rotasi: Longsoran rotasi adalah bergerak-nya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung
Pergerakan Blok: Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu.
Runtuhan Batu: Runtuhan batu terjadi ketika sejum-lah besar batuan atau material lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Umumnya terjadi pada lereng yang terjal hingga meng-gantung terutama di daerah pantai. Batu-batu besar yang jatuh dapat menyebabkan kerusakan yang parah.
Rayapan Tanah: Rayapan Tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Jenis tanah longsor ini hampir tidak dapat dikenali. Setelah waktu yang cukup lama longsor jenis rayapan ini bisa menyebabkan tiang-tiang telepon, pohon, atau rumah miring ke bawah.
Aliran Bahan Rombakan: Jenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air. Kecepatan aliran tergantung pada kemiringan lereng, volume dan tekanan air, dan jenis materialnya.
Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapai ratusan meter jauhnya. Di beberapa tempat bisa sampai ribuan meter seperti di daerah aliran sungai di sekitar gunung api, dan aliran tanah ini dapat menelan korban cukup banyak.
Penyebab terjadinya tanah longsor antara lain :
a.penggundulan hutan
b.pengikisan tanah / erosi
c.Hujan deras
d.Gempa bumi
e.Lereng yang terjal
f.Tanah yang kurang kuat / kurang padat
g.Letusan gunung berapi
h.Akibat adanya beban tambahan ( dilalui kendaraan berat )
i.Penggunaan bahan peledak
Contoh Terjadinya Tanah longsor yang terjadi di malang di karenakan curah hujan yang curah hujan tersebut berlangsung 6 hari berturut-turut. kec.ngantang kab malang, provinsi jawa timur.
Cara menghindari/ menghadapi jika terjadi tanah longsor.
Ciri Daerah Rawan Longsor
1. Daerah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat
2. Lapisan tanah tebal di atas lereng
3. Sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik
4. Lereng terbuka atau gundul
5. Terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing
6. Banyaknya mata air/rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil
7. Adanya aliran sungai di dasar lereng
8. Pembebanan yang berlebihan pada lereng seperti adanya bangunan rumah atau saranan lainnya.
9. Pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan
Upaya mengurangi tanah longsor
1. Menutup retakan pada atas tebing dengan material lempung.
2. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.
3. Waspada terhadap mata air/rembesan air pada lereng.
4. Waspada padsa saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama
Yang dilakukan pada saat dan setelah longsor
1. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor.
2. Segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati.
3. Segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman.
Sumber :
Sumber1
sumber2
sumber3
Tag :
News,
Karya Ilmiah, Semi Ilmiah dan Non Ilmiah
By : utamibiran
Karya Ilmiah
Efek Rumah Kaca
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Saat
ini perkembangan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau yang sering
disebut Iptek memang memberikan dampak yang positif bagi kehidupan, yaitu dapat
menyederhanakan dan mempermudah aktivitas-aktivitas dalam kehidupan. Namun,
tidak hanya dampak positif saja yang diberikan oleh kemajuan di bidang iptek
ini, tetapi juga dampak-dampak negatif. Misalnya saja, berkat adanya kemajuan
iptek manusia tak perlu lagi berjalan kaki untuk menempuh perjalanan yang jauh
ataupun dekat. Karena saat ini sudah banyak sepeda motor dan mobil yang
mempercepat dan memudahkan kita menuju ke suatu tempat. Namun asap dari
kendaraan bermotor ini dapat menyebabkan polusi dan gas rumah kaca apabila
kadarnya telah berlebih. Tidak hanya itu, pembakaran fosil seperti pada
pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, pembakaran
hutan juga menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca meningkat.
Masalah
lain yang juga kita alami saat ini adalah meningkatnya temperatur
rata-rata permukaan bumi. Dari tahun 1880-1940 temperatur bumi naik hingga 0,6
derajat celcius. Lalu kembali menurun 0,3 derajat celcius dari tahun 1940-1975.
Kemudian naik secara perlahan-lahan sejak tahun 1975.
Masalah-masalah
lingkungan ini makin lama makin bertambah, terlebih saat ini berhembus masalah
yang lebih besar mengenai global warming dan efek rumah kaca.
1.2 Tujuan
Tujuan
secara umum adalah untuk mengetahui sejauh manakah pemanasan Global ini telah
terjadi? dan penyebab pastinya apa? Semua ini masih merupakan tanda Tanya bagi
manusia. Karena sampai sekarang manusia belum mendapatkan penyebab pasti dari
pemanasan Global ini dan manusia juga mau mencari kebenaran mengenai efek dari
pemanasan Global yang akan dialami oleh manusia sendiri, makhluk hidup maupun
lingkungan di sekitarnya.
Jika
pemanasan Global ini terjadi maka efek yang ditimbulkan bukan hanya di alami
oleh manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup di sekitarnya, seperti
meningkatnya suhu di permukaan bumi menyebabkan kekeringan, dengan demikian
akibat dari kekeringan ini selain dialami manusia juga oleh hewan dan tumbuhan
dimana tumbuhan akan menjadi layu karena kekurangan air atau dan sebagainya.
Oleh
karena itu melalui karya ilmiah ini diharapkan agar manusia dapat lebih
mencegah aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan Global seperti
mengadakan kegiatan pembakaran zat-zat yang dapat menyebabkan suhu di permukaan
bumi meningkat, dan lain-lain.
BAB II
PEMBAHASAN
2. Efek Rumah Kaca
2.1 Pengertian efek rumah kaca
Secara alamiah cahaya matahari (radiasi
gelombang pendek) yang menyentuh permukaan bumi akan berubah menjadi panas dan
menghangatkan bumi.
Sebagian dari panas ini akan dipantulkan
kembali oleh permukaan bumi ke angkasa luar sebagai radiasi infra merah
gelombang panjang.
Sebagian panas sinar matahari yang
dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi
(disebut gas rumah kaca seperti : uap air, karbon-dioksida/CO2 dan metana ) sehingga
panas sinar tersebut terperangkap di atmosfer bumi.
Peristiwa ini dikenal dengan Efek Rumah Kaca
(ERK) karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan
terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga dapat
menghangatkan seisi rumah kaca tersebut.
2.2 Penyebab
terjadinya Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca disebabkan karena
naikknya konsentrasi gas Karbondioksida(CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer.
Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini terjadi akibatkenaikan pembakaran bahan bakar
minyak (BBM), batu bara, dan bahan bakar organiclainnya yang melampaui
kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorsinya.Bahan-bahan di
permukaan bumi yang berperan aktif untuk mengabsorsi hasil pembakaran tadi
ialah tumbuh-tumbuhan, huta, dan laut. Jadi bisa dimengerti bila hutansemakin
gundul, maka panas di bumi akan semakin naik.Energi yang diabsorsi dipantulkan
kembali dalam bentuk radiasi infra merah olehawan dan permukaan bumi. Hanya
saja sebagian sinar inframerah tersebut tertahan olehawan, gas CO2, dan gas
lainnya sehingga terpantul kembali ke permukaan bumi.Dengan meningkatnya
konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lain di atmosfir makasemakin banyak pula
gelombang panas yang dipantulkan bumi dan diserap atmosfir.Dengan perkataan
lain semakin banyak jumlah gas rumah kaca yang berada di atmosfir,maka semakin
banyak pula panas matahari uang terperangkap di permukaan bumi.Akibatnya suhu
permukaan bumi akan naik. Sudah disebutkan di atas bahwa efek rumah kaca
terjadi karena emisi gas rumahkaca.
Meningkatnya gas rumah kaca tersebut
dikontribusi oleh hal-hal berikut:
·
Energi Pemanfaatan berbagai macam
bahan bakar fosil atau BBM memberikontribusi besar terhadap naiknya konsentrasi
gas rumah kaca, terutamaCO2.
·
KehutananSalah satu fungsi hutan
adalah sebagai pernyerap emisi gas rumah kaca.Karena hutan dapat mengubah CO2
menjadi O2. Sehingga pengrusakanhutan akan memberi kontribusi terhadap naiknya
emisi gas rumah kaca.
·
Peternakan dan PertanianDi sektor ini
emisi gas rumah kaca dihasilkan dari pemanfaatan pupuk, pembusukan
sisa-sisa pertanian dan pembusukan kotoran-kotoran ternak,serta pembakaran
sabana. Pada sektor pertanian, gas metan (CH4) yang paling banyak
dihasilkan.
·
SampahSampah sebagai salah satu
kontributor terbesar bagi terbentuknya gasmetan (CH4), karena aktifitas manusia
sehari-hari.
2.3 Akibat
dari Efek Rumah Kaca
Meningkatnya suhu permukaan bumi
akan mengakibatkan adanya perubahaniklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini
dapat mengakibatkan terganggunya hutan danekosistem lainnya sehingga mengurangi
kemampuannya untuk menyerap karbondioksidadi atmosfir. Pemanasan global
mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerahkutub yang dapat menyebabkan
naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akanmengakibatkan meningkatnya
suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadikenaikan permukaan laun
yang mengakibatkan negara yang berupa kepulauan akan mendapat pengaruh yang
sangat besar.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Efek
rumah kaca adalh salah satu dampak dari pemanasan global yang sangat serius
dampaknya. Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan
utama umat manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia
sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan
global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan
saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi
efeknya.
Seperti
dengan cara reboisasi, penanggulangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap
kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap
bumi ini maka pemanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi
ini.
Semi Ilmiah
Ada
Kecelakaan Tunggal, Tol Cawang-Bekasi Macet 14 Km
Jakarta -
Kemacetan sepanjang 14 km terjadi di Tol Cikampek dari arah Cawang menuju
Bekasi. Kemacetan ini diakibatkan kecelakaan tunggal yang terjadi di bahu jalan
di KM 14.
"Kecelakaan tunggal di tol Cikampek KM 14, terjadi pada sekitar pukul 19.30 WIB. Imbasnya kepadatan terjadi sejak dari Cawang hingga titik kecelakaan, sepanjang 14 km," ujar petugas Jasamarga Fajar, kepada detikcom, Jumat (11/10/2013).
Belum ada laporan mengenai jenis kendaraan, kronologis kecelakaan, maupun korban akibat kecelakaan tunggal tersebut. Fajar melaporkan, jalur sebaliknya yaitu dari arah Bekasi-Cawang juga mengalami kepadatan dari Cikarang Utama sampai gerbang Cikunir.
"Karena ada antrean di pintu masuk Cikunir," lanjutnya.
"Kecelakaan tunggal di tol Cikampek KM 14, terjadi pada sekitar pukul 19.30 WIB. Imbasnya kepadatan terjadi sejak dari Cawang hingga titik kecelakaan, sepanjang 14 km," ujar petugas Jasamarga Fajar, kepada detikcom, Jumat (11/10/2013).
Belum ada laporan mengenai jenis kendaraan, kronologis kecelakaan, maupun korban akibat kecelakaan tunggal tersebut. Fajar melaporkan, jalur sebaliknya yaitu dari arah Bekasi-Cawang juga mengalami kepadatan dari Cikarang Utama sampai gerbang Cikunir.
"Karena ada antrean di pintu masuk Cikunir," lanjutnya.
Sumber : Detik(dot)com
Non Ilmiah
Langit Menggelap di Vredeburg
Beginilah menjelang senja di jantung kota. Sekelompok remaja nongkrong di atas
motor model terbaru mereka sambil ngobrol dan tertawa-tawa. Ada juga remaja
atau mereka yang beranjak dewasa duduk berdua-dua, di bangku semen, di atas
sadel motor, atau di trotoar. Anak-anak kecil berlarian sambil disuapi orang
tuanya. Pengamen yang beristirahat setelah seharian bekerja. Dan orang gila
yang tidur di sisi pagar.
Di salah satu bangku kayu panjang, bersisihan dengan remaja yang sedang bermesraan, Reyna duduk menghadap ke jalan. Hanya duduk. Mengamati kendaraan atau orang-orang yang melintas. Menunggu senja rebah di hamparan kota.
Tiba-tiba laki-laki itu sudah berada di depannya sambil mengulurkan tangan. "Apa kabar?" katanya memperlihatkan giginya yang kekuningan. Asap rokok telah menindas warna putihnya.
"Kamu di sini?" Reyna tak mampu menyembunyikan keterkejutannya. Segala rasa berpendaran dalam hatinya. Senang, sendu, haru, pilu, yang kesemuanya membuat Reyna ingin menjatuhkan dirinya dalam peluk lelaki itu.
Begitu juga Mozes, lelaki tua yang berdiri di depan Reyna. Dadanya bergemuruh hebat mendapati perempuan itu di depan matanya. Ingin ia memeluk, menciumi perempuan itu seperti dulu, tetapi tak juga dilakukannya.
Hingga Reyna kembali menguasai perasaannya, lalu menggeser duduknya memberi tempat Mozes di sebelahnya.
"Kaget?" tanya Mozes, duduk di sebelah Reyna.
Reyna tertawa kecil.
"Gimana?" tanya Reyna tak jelas arahnya. "Lama sekali nggak ketemu."
"Iya. Berapa tahun ya? Dua lima, tiga puluh?"
"Tiga puluh tahun!" jawab Reyna pasti.
"Ouw! Tiga puluh tahun. Dan kamu masih semanis dulu."
"Terima kasih," Reyna tersenyum geli. Masih ’semanis dulu’. Bukankah itu lucu? Kalaupun masih tampak cantik atau manis itu pasti tinggal sisanya saja. Kecantikan yang telah terbalut keriput di seluruh tubuhnya. Tapi kalimat itu tak urung membuat Reyna tersipu. Merasa bangga, tersanjung karenanya.
"Kapan datang?" tanya Reyna. Mulai berani lagi menatap mata lelaki di sebelahnya.
"Belum seminggu," jawab Mozes.
"Mencariku?" Reyna tersenyum. Sisa genitnya di masa muda.
Mozes tertawa berderai-derai. Lalu katanya pelan, "Aku turut berduka atas meninggalnya suamimu," tawanya menghilang.
Reyna tak menjawab sepatah pun. Bahkan ucapan terima kasih tidak juga meluncur dari bibirnya. Ia menerawang ke kejauhan. Detik berikutnya mata Reyna tampak berlinangan. Goresan luka di sudut hatinya kembali terkoyak. Rasa perih perlahan datang. Luka lama itu ternyata tak pernah mampu disembuhkannya. Semula ia menduga luka itu telah pulih, tetapi sore ini, ketika Mozes tiba-tiba muncul di hadapannya ia sadar luka itu masih ada. Tertoreh dalam di sudut perasaannya.
Reyna dan Mozes. Mozes pekerja film yang bukan saja terampil, tetapi juga cerdas dan kritis. Reyna pengelola media sebuah perusahaan terkemuka. Mereka bertemu karena Reyna harus membuat sebuah film sebagai media pencitraan perusahaannya. Reyna yang istri dan ibu seorang anak, dan Mozes yang duda. Dua orang muda yang masih segar, bersemangat, dan menawan. Dua orang yang kemudian saling jatuh cinta.
Reyna hampir saja meninggalkan Braham ketika itu. Ibu muda Reyna merasa menemukan sampan kecil untuk berlabuh. Meninggalkan malam-malamnya yang kelam bersama Braham. Pergi mengikuti aliran sungai kecil yang akan mengantarnya ke dermaga damai tanpa ketakutan, tanpa kesakitan. Berdua Mozes.
Tetapi sampan kecil itu ternyata begitu ringkih. Ia tak mampu menyangga beban berdua. Ia hanya ingin sesekali singgah, bermesra dan bercinta tanpa harus mengangkutnya. Mozes tak menginginkan ikatan apa pun antara dirinya dan Reyna. Ia ingin tetap bebas pergi ke mana pun ia ingin dan kembali kapan ia rindu. Kebebasan yang tak bisa Reyna terima. Maka sebelum perjalanan dimulai, ia memutuskan undur diri. Perempuan itu menyadari, bukan laki-laki seperti Mozes yang ia ingini untuk membebaskan dari derita malam-malamnya. Mozes berbeda dengan dirinya yang membutuhkan teman seperjalanan, ia hanya mencari ruang untuk membuang kepedihan dan mencari hiburan. Tak lebih.
"Berapa lama kamu akan tinggal?" tanya Reyna setelah gejolak perasaannya mereda.
"Entah. Mungkin sebulan, dua bulan, atau mungkin sepanjang sisa umurku," jawab Mozes, tanpa senyum, tanpa memandang Reyna. "Banyak hal yang memberati pikiran dan tak bisa kuceritakan pada siapa pun selama ini."
"Itu sebabnya kamu kemari?"
"Jakarta semakin sesak dan panas. Sementara Jogja masih tetap nyaman buat berkarya. Jadi kuputuskan kembali," lanjut Mozes tanpa mengacuhkan pertanyaan Reyna. "Begitu kembali seseorang bilang padaku, kamu sering di sini sore hari."
"Maka kamu mencariku. Berharap mengulang lagi hubungan dulu."
Mozes menggeleng.
"Atau membangun hubungan baru."
Mozes menggeleng lagi, "Tidak juga. Aku tidak butuh hubungan seperti itu. Aku hanya butuh teman ngobrol…"
"Teman bermesra, teman bercinta yang bisa kamu datangi dan kamu tinggal pergi. Tanpa tuntutan, tanpa ikatan!" potong Reyna. "Itu hubungan yang sejak dulu kamu inginkan bersamaku kan? Seperti sudah kubilang dulu, aku tidak bisa. Aku sudah memilih."
Kebekuan kembali merejam perasaan kedua orang tua itu. Langit perlahan kehilangan warna jingga. Satu per satu lampu di sekeliling mulai menyala. Ada rangkaian lampu-lampu kecil berbentuk bunga di samping tikungan yang menyala bergantian, hijau, kuning, merah. Ada lampu besar dengan tiang sangat tinggi yang menyorot ke taman, ada pula lampu berwarna temaram yang semakin menggumpalkan kesenduan.
Tiga puluh tahun bukan waktu yang sebentar. Terlalu banyak hal terjadi pada mereka dan sekian lama masing-masing memendam untuk diri sendiri. Mestinya pertemuan sore itu adalah untuk berbagi cerita bukan justru bertengkar kemudian saling diam. Atau mungkin karena perpisahan yang terlalu panjang, keduanya tak tahu apa yang harus diceritakan terlebih dahulu.
Mungkin memang begitu, karena senyatanya Reyna ingin berkata, beberapa tahun setelah perpisahan mereka ia masih juga mencari kabar tentang Mozes. Hingga suatu hari, satu setengah tahun setelah mereka tidak bersama seorang teman mengabarkan bahwa Mozes pulang ke Jakarta. Tak lama setelah itu, ia mendengar Mozes tengah melanglang buana. Buana yang mana, entah. Reyna merasa tidak perlu lagi mencari tahu keberadaan laki-laki itu. Meski tak jarang bayangan Mozes tiba-tiba membangunkan tidurnya atau menyergap ingatannya begitu Braham mulai menjamah tubuhnya dan membuat Reyna kesakitan tak terkira.
Terdengar Mozes menghela napas. Panjang. Perlahan gumpalan kemarahan yang menyesaki dada Reyna mereda. Namun hasrat untuk terus ngobrol telah tak ada. Maka sisa pertemuan itu pun berlalu begitu saja. Kebekuan masih mengental di antara keduanya. Hingga Reyna minta diri, dan beranjak pergi.
Hari-hari setelah kejadian itu, Reyna tak pernah tampak di depan Vredeburg lagi. Tetapi Mozes masih sering terlihat di salah satu bangku kayu di sana. Sendiri di tengah orang-orang muda yang tengah bercanda dan bercinta. Menghisap rokok kreteknya. Sesekali mengibaskan rambut putihnya yang panjang, tersapu angin menutup wajah tirusnya.
Begitu perasaan Reyna membaik dan siap bertemu Mozes lagi, ia kembali pada rutinitasnya, menunggu senja jatuh di Vredeburg. Namun ia harus menelan kecewa karena Mozes tak dijumpainya. Bahkan telepon genggamnya tak bisa dihubungi.
Suatu sore, di tengah keputusasaan Reyna, seorang teman mendatangi dan mengulurkan sebuah surat kepadanya. Surat dari Mozes!
"Hari-hari itu dia mencoba menghubungimu, tetapi HP-mu tak pernah aktif," kata laki-laki itu. "Ginjalnya tak berfungsi, serangan jantungnya kambuh, tekanan darahnya tidak stabil…"
Reyna tak bisa mendengar lagi penjelasan laki-laki itu. Bahkan ketika si teman menyerahkan satu dos buku dan tas berisi kamera warisan kekayaan Mozes untuknya, Reyna belum kembali pada kesadarannya.
Senja beranjak renta. Seperti Reyna merasai dirinya. Sepasang remaja di sebelahnya telah pergi. Begitu juga sekumpulan anak muda yang nongkrong di atas motor mereka, mulai menghidupkan mesin kendaraannya. Sisa adzan sayup terdengar dari Masjid Besar. Sebaris kalimat di surat terakhir Mozes meluncur dalam gumaman.
…maghrib begitu deras, ada yang terhempas, tapi ada goresan yang tak akan terkelupas.*
Di salah satu bangku kayu panjang, bersisihan dengan remaja yang sedang bermesraan, Reyna duduk menghadap ke jalan. Hanya duduk. Mengamati kendaraan atau orang-orang yang melintas. Menunggu senja rebah di hamparan kota.
Tiba-tiba laki-laki itu sudah berada di depannya sambil mengulurkan tangan. "Apa kabar?" katanya memperlihatkan giginya yang kekuningan. Asap rokok telah menindas warna putihnya.
"Kamu di sini?" Reyna tak mampu menyembunyikan keterkejutannya. Segala rasa berpendaran dalam hatinya. Senang, sendu, haru, pilu, yang kesemuanya membuat Reyna ingin menjatuhkan dirinya dalam peluk lelaki itu.
Begitu juga Mozes, lelaki tua yang berdiri di depan Reyna. Dadanya bergemuruh hebat mendapati perempuan itu di depan matanya. Ingin ia memeluk, menciumi perempuan itu seperti dulu, tetapi tak juga dilakukannya.
Hingga Reyna kembali menguasai perasaannya, lalu menggeser duduknya memberi tempat Mozes di sebelahnya.
"Kaget?" tanya Mozes, duduk di sebelah Reyna.
Reyna tertawa kecil.
"Gimana?" tanya Reyna tak jelas arahnya. "Lama sekali nggak ketemu."
"Iya. Berapa tahun ya? Dua lima, tiga puluh?"
"Tiga puluh tahun!" jawab Reyna pasti.
"Ouw! Tiga puluh tahun. Dan kamu masih semanis dulu."
"Terima kasih," Reyna tersenyum geli. Masih ’semanis dulu’. Bukankah itu lucu? Kalaupun masih tampak cantik atau manis itu pasti tinggal sisanya saja. Kecantikan yang telah terbalut keriput di seluruh tubuhnya. Tapi kalimat itu tak urung membuat Reyna tersipu. Merasa bangga, tersanjung karenanya.
"Kapan datang?" tanya Reyna. Mulai berani lagi menatap mata lelaki di sebelahnya.
"Belum seminggu," jawab Mozes.
"Mencariku?" Reyna tersenyum. Sisa genitnya di masa muda.
Mozes tertawa berderai-derai. Lalu katanya pelan, "Aku turut berduka atas meninggalnya suamimu," tawanya menghilang.
Reyna tak menjawab sepatah pun. Bahkan ucapan terima kasih tidak juga meluncur dari bibirnya. Ia menerawang ke kejauhan. Detik berikutnya mata Reyna tampak berlinangan. Goresan luka di sudut hatinya kembali terkoyak. Rasa perih perlahan datang. Luka lama itu ternyata tak pernah mampu disembuhkannya. Semula ia menduga luka itu telah pulih, tetapi sore ini, ketika Mozes tiba-tiba muncul di hadapannya ia sadar luka itu masih ada. Tertoreh dalam di sudut perasaannya.
Reyna dan Mozes. Mozes pekerja film yang bukan saja terampil, tetapi juga cerdas dan kritis. Reyna pengelola media sebuah perusahaan terkemuka. Mereka bertemu karena Reyna harus membuat sebuah film sebagai media pencitraan perusahaannya. Reyna yang istri dan ibu seorang anak, dan Mozes yang duda. Dua orang muda yang masih segar, bersemangat, dan menawan. Dua orang yang kemudian saling jatuh cinta.
Reyna hampir saja meninggalkan Braham ketika itu. Ibu muda Reyna merasa menemukan sampan kecil untuk berlabuh. Meninggalkan malam-malamnya yang kelam bersama Braham. Pergi mengikuti aliran sungai kecil yang akan mengantarnya ke dermaga damai tanpa ketakutan, tanpa kesakitan. Berdua Mozes.
Tetapi sampan kecil itu ternyata begitu ringkih. Ia tak mampu menyangga beban berdua. Ia hanya ingin sesekali singgah, bermesra dan bercinta tanpa harus mengangkutnya. Mozes tak menginginkan ikatan apa pun antara dirinya dan Reyna. Ia ingin tetap bebas pergi ke mana pun ia ingin dan kembali kapan ia rindu. Kebebasan yang tak bisa Reyna terima. Maka sebelum perjalanan dimulai, ia memutuskan undur diri. Perempuan itu menyadari, bukan laki-laki seperti Mozes yang ia ingini untuk membebaskan dari derita malam-malamnya. Mozes berbeda dengan dirinya yang membutuhkan teman seperjalanan, ia hanya mencari ruang untuk membuang kepedihan dan mencari hiburan. Tak lebih.
"Berapa lama kamu akan tinggal?" tanya Reyna setelah gejolak perasaannya mereda.
"Entah. Mungkin sebulan, dua bulan, atau mungkin sepanjang sisa umurku," jawab Mozes, tanpa senyum, tanpa memandang Reyna. "Banyak hal yang memberati pikiran dan tak bisa kuceritakan pada siapa pun selama ini."
"Itu sebabnya kamu kemari?"
"Jakarta semakin sesak dan panas. Sementara Jogja masih tetap nyaman buat berkarya. Jadi kuputuskan kembali," lanjut Mozes tanpa mengacuhkan pertanyaan Reyna. "Begitu kembali seseorang bilang padaku, kamu sering di sini sore hari."
"Maka kamu mencariku. Berharap mengulang lagi hubungan dulu."
Mozes menggeleng.
"Atau membangun hubungan baru."
Mozes menggeleng lagi, "Tidak juga. Aku tidak butuh hubungan seperti itu. Aku hanya butuh teman ngobrol…"
"Teman bermesra, teman bercinta yang bisa kamu datangi dan kamu tinggal pergi. Tanpa tuntutan, tanpa ikatan!" potong Reyna. "Itu hubungan yang sejak dulu kamu inginkan bersamaku kan? Seperti sudah kubilang dulu, aku tidak bisa. Aku sudah memilih."
Kebekuan kembali merejam perasaan kedua orang tua itu. Langit perlahan kehilangan warna jingga. Satu per satu lampu di sekeliling mulai menyala. Ada rangkaian lampu-lampu kecil berbentuk bunga di samping tikungan yang menyala bergantian, hijau, kuning, merah. Ada lampu besar dengan tiang sangat tinggi yang menyorot ke taman, ada pula lampu berwarna temaram yang semakin menggumpalkan kesenduan.
Tiga puluh tahun bukan waktu yang sebentar. Terlalu banyak hal terjadi pada mereka dan sekian lama masing-masing memendam untuk diri sendiri. Mestinya pertemuan sore itu adalah untuk berbagi cerita bukan justru bertengkar kemudian saling diam. Atau mungkin karena perpisahan yang terlalu panjang, keduanya tak tahu apa yang harus diceritakan terlebih dahulu.
Mungkin memang begitu, karena senyatanya Reyna ingin berkata, beberapa tahun setelah perpisahan mereka ia masih juga mencari kabar tentang Mozes. Hingga suatu hari, satu setengah tahun setelah mereka tidak bersama seorang teman mengabarkan bahwa Mozes pulang ke Jakarta. Tak lama setelah itu, ia mendengar Mozes tengah melanglang buana. Buana yang mana, entah. Reyna merasa tidak perlu lagi mencari tahu keberadaan laki-laki itu. Meski tak jarang bayangan Mozes tiba-tiba membangunkan tidurnya atau menyergap ingatannya begitu Braham mulai menjamah tubuhnya dan membuat Reyna kesakitan tak terkira.
Terdengar Mozes menghela napas. Panjang. Perlahan gumpalan kemarahan yang menyesaki dada Reyna mereda. Namun hasrat untuk terus ngobrol telah tak ada. Maka sisa pertemuan itu pun berlalu begitu saja. Kebekuan masih mengental di antara keduanya. Hingga Reyna minta diri, dan beranjak pergi.
Hari-hari setelah kejadian itu, Reyna tak pernah tampak di depan Vredeburg lagi. Tetapi Mozes masih sering terlihat di salah satu bangku kayu di sana. Sendiri di tengah orang-orang muda yang tengah bercanda dan bercinta. Menghisap rokok kreteknya. Sesekali mengibaskan rambut putihnya yang panjang, tersapu angin menutup wajah tirusnya.
Begitu perasaan Reyna membaik dan siap bertemu Mozes lagi, ia kembali pada rutinitasnya, menunggu senja jatuh di Vredeburg. Namun ia harus menelan kecewa karena Mozes tak dijumpainya. Bahkan telepon genggamnya tak bisa dihubungi.
Suatu sore, di tengah keputusasaan Reyna, seorang teman mendatangi dan mengulurkan sebuah surat kepadanya. Surat dari Mozes!
"Hari-hari itu dia mencoba menghubungimu, tetapi HP-mu tak pernah aktif," kata laki-laki itu. "Ginjalnya tak berfungsi, serangan jantungnya kambuh, tekanan darahnya tidak stabil…"
Reyna tak bisa mendengar lagi penjelasan laki-laki itu. Bahkan ketika si teman menyerahkan satu dos buku dan tas berisi kamera warisan kekayaan Mozes untuknya, Reyna belum kembali pada kesadarannya.
Senja beranjak renta. Seperti Reyna merasai dirinya. Sepasang remaja di sebelahnya telah pergi. Begitu juga sekumpulan anak muda yang nongkrong di atas motor mereka, mulai menghidupkan mesin kendaraannya. Sisa adzan sayup terdengar dari Masjid Besar. Sebaris kalimat di surat terakhir Mozes meluncur dalam gumaman.
…maghrib begitu deras, ada yang terhempas, tapi ada goresan yang tak akan terkelupas.*
Sumber : Kumpulancerpen(dot)com
Sumber :
Tag :
Learning,




