Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Matlab
By : utamibiranMATLAB adalah sebuah bahasa dengan kemampuan tinggi untuk komputasi teknis. Ia menggabungkan komputasi, visualisasi, dan pemrograman dalam satu kesatuan yang mudah digunakan di mana masalah dan penyelesaiannya diekspresikan dalam notasi matematik yang sudah dikenal. Pemakaian MATLAB meliputi :
· Matematika dan komputasi
· Pengembangan algoritma
· Akuisisi data
· Pemodelan, simulasi dan prototype
· Grafik saintifik dan engineering
· Perluasan pemakaian, seperti graphical user interface (GUI).
MATLAB adalah system interaktif yang mempunyai basis data array yang tidak membutuhkan dimensi. Ini memungkinkan kita dapat menyelesaikan banyak masalah komputasi teknis, khususnya yang berkaitan dengan formulasi matrik dan vector.
Nama MATLAB merupakan singakatn dari matrix labolatory . MATLAB awalnya dibuat untuk memudahkan dalam mengakses software matriks yang telah dikembangkan oleh LINPACK dan EISPACK. Dalam perkembangannya, MATLAB mampu mengintegrasikan beberapa software matriks sebelumnya dalam satu software untuk komputasi matriks. Tidak hanya itu, MATLAB juga mampu melakukan komputasi simbolik yang biasa dilakukan oleh MAPLE.
Sistem MATLAB terdiri atas lima bagian utama :
- Development Environment. Ini adalah kumpulan semua alat-alat dan fasiltas untuk membantu kita dalam menggunakan fungsi dan file MATLAB. Bagian ini memuat desktop, Command window, command history, editor and debugger, dan browser untuk melihat help, workspace, files.
- The MATLAB Mathematical Function Library. Bagian ini adalah koleksi semua algoritma komputasi, mulai dari fungsi sederhana seperti sum, sine, cosine sampai fungsi lebih rumit seperti, invers matriks, nilai eigen, fungsi Bessel dan fast Fourier transform.
- The MATLAB language. Ini adalah bahasa matriks/array level tinggi dengan control flow, fungsi, struktur data, input/output, dan fitur objek programming lainnya.
- Graphics. MATLAB mempunyai fasilitas untuk menampilkan vector dan matriks sebagai grafik. Fasilitas ini mencakup visualisasi data dua / tiga dimensi, pemrosesan citra (image), animasi, dan grafik animasi.
- The MATLAB Application Program Interface (API). Paket ini memungkinkan kita menulis bahasa C dan Fortran yang berinteraksi dengan MATLAB. Ia memuat fasilitas untuk pemanggilan kode-kode dari MATLAB (dynamic linking), yang disebut MATLAB sebagai mesin penghitung, dan untuk membaca dan menulis MAT-files.
Sumber :
Tag :
Technology,
Cyber
By : utamibiran
Cybercrime, Cyberlaw, Cyberthreats, Cybersecurity, Cyberattack
1. Cybercrime
Adalah perbuatan
melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada
kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi. Yang termasuk ke dalam
kejahatan dunia maya diantaranya yaitu pencurian kartu kredit, pemalsuan dan
penipuan identitas, hacking, pencemaran nama baik dengan menyebarkan foto
pribadi yang dianggap kurang pantas sehingga dapat merugikan pihak-pihak
tertuntu, dan sebagainya.
Contoh : Hacking dan
Cracking yang dilakukan oleh seorang Hacker dan Cracker.
2. Cyberlaw
Adalah hukum yang digunakan
di dunia cyber (dunia maya), yang umumnya diasosiasikan dengan Internet.
Cyberlaw dibutuhkan karena dasar atau fondasi dari hukum di banyak negara
adalah "ruang dan waktu". Sementara itu, Internet dan jaringan
komputer mendobrak batas ruang dan waktu ini.
Contoh : Penerapan
pasal-pasal, Undang-Undang, dan KUHP yang menangani kasus di dunia maya atau
media sosial.
3. Cyberthreats
Adalah ancaman yang ada di
dunia maya. Setiap orang yang beraktivitas di dunia maya setidaknya harus tahu
dan berhati-hati dengan cyberthreats. Ancaman ini sangatlah berbahaya bagi
pengguna, maka dari itu pengguna internet dituntut untuk selalu berhati-hati
dalam beraktivitas di dunia maya.
Contoh : Ancaman virus
(malware, adware, dan dll.), worm, trojan horse terhadap komputer atau PC anda.
4. Cybersecurity
Adalah keamanan informasi
yang di aplikasikan pada komputer dan jaringannya. Computer security atau
keamanan komputer bertujuan membantu user agar dapat mencegah penipuan atau
mendeteksi adanya usaha penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi. Informasinya
sendiri memiliki arti non fisik.
Keamanan komputer adalah
suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang
diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai
perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan
ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan.
Contoh : Berbagai Antivirus
komputer yang terpasang di komputer atau PC anda, baik yang bersifat firewall
(windows firewall) pada saat browsing internet ataupun antivirus yang khusus
melindungi pada saat akses software di komputer atau PC (McAfee, SmadAV,
windows defender, dll).
5. Cyberattack
Adalah kegiatan penyerangan
yang dilakukan oleh individu ataupun sebuah organisasi yang menargetkan sistem
informasi komputer, infrastruktur, jaringan komputer, dan atau komputer pribadi
dengan berbagai jenis serangan yang bertujuan untuk mencuri, merubah, ataupun
merusak sebuah target dengan melakukan hacking ke dalam sistem yang
bersangkutan.
Contoh : pencurian informasi
dan pencurian identitas, menyisipkan virus, trojan horse kedalam software
komputer.
Contoh Artikel Kasus Cybercrime :
36 Warga
Tiongkok Anggota Sindikat Cybercrime Dibekuk Polda Metro
on 20 Agu 2015 at 15:47 WIB
Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berhasil diamankan
oleh Polda Metro di kawasan Cilandak Timur, Jakarta, Kamis (7/5/2015). Mereka
diduga terlibat penipuan dengan modus cyber crime. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Liputan6.com, Jakarta - Polisi menggrebek sebuah rumah di Jalan
Parangtritis IV Perumahan Ancol Barat, Jakarta Utara, Kamis siang (20/8/2015).
Rumah tersebut sudah lama menjadi target operasi Polda Metro Jaya karena para
penghuninya, warga Tiongkok, diketahui melakukan kegiatan penipuan terhadap
sesama warga
Tiongkok.
Pengungkapan ini adalah hasil kerjasama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dan Kepolisian Taiwan, setelah tim Subdit Jatanras mengamankan puluhan warga Tiongkok awal tahun lalu.
Pantauan Liputan6.com, puluhan personel Jatanras berseragam hitam dengan rompi antipeluru mendobrak paksa pintu rumah itu. Pintu besar putih itu pun terbuka.
"Diam! Polisi!" ujar satu anggota yang masuk lebih dulu ke dalam rumah.
Kaget, puluhan warga kulit kuning tersebut hanya bisa duduk dan mengangkat kedua tangan mereka. Tidak ada yang berani bergerak dari meja kerja. Terlihat di masing-masing meja terdapat telepon, laptop, pulpen, dan secarik kertas yang menjadi peralatan kerja mereka.
Puluhan anggota reserse pun langsung menggeledah seisi rumah, sebagian ada yang mengikat tangan para pelaku dengan borgol plastik.
"Sekarang Indonesia jadi lokasi transnational crime. Kami dapat info akurat, satu kelompok kriminal internasional masuk ke Indonesia. Dengan mempekerjakan warga Cina, melakukancybercrime," terang Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti yang memimpin langsung operasi ini di lokasi penggrebekan.
Krishna mengatakan, sebanyak 36 warga Tiongkok yang terdiri dari 7 wanita dan 29 pria berhasil diamankan. Setelah menggrebek di lokasi ini, tim Jatanras Polda Metro Jaya meluncur ke daerah Lebak Bulus untuk melakukan operasi serupa.
"Di sini ada 36 warga Tiongkok, 7 wanita, 29 pria. Dua dari mereka sedang dijemput anggota di sebuah hotel," tutup Krishna. (Sun/Mut)
Pengungkapan ini adalah hasil kerjasama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dan Kepolisian Taiwan, setelah tim Subdit Jatanras mengamankan puluhan warga Tiongkok awal tahun lalu.
Pantauan Liputan6.com, puluhan personel Jatanras berseragam hitam dengan rompi antipeluru mendobrak paksa pintu rumah itu. Pintu besar putih itu pun terbuka.
"Diam! Polisi!" ujar satu anggota yang masuk lebih dulu ke dalam rumah.
Kaget, puluhan warga kulit kuning tersebut hanya bisa duduk dan mengangkat kedua tangan mereka. Tidak ada yang berani bergerak dari meja kerja. Terlihat di masing-masing meja terdapat telepon, laptop, pulpen, dan secarik kertas yang menjadi peralatan kerja mereka.
Puluhan anggota reserse pun langsung menggeledah seisi rumah, sebagian ada yang mengikat tangan para pelaku dengan borgol plastik.
"Sekarang Indonesia jadi lokasi transnational crime. Kami dapat info akurat, satu kelompok kriminal internasional masuk ke Indonesia. Dengan mempekerjakan warga Cina, melakukancybercrime," terang Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti yang memimpin langsung operasi ini di lokasi penggrebekan.
Krishna mengatakan, sebanyak 36 warga Tiongkok yang terdiri dari 7 wanita dan 29 pria berhasil diamankan. Setelah menggrebek di lokasi ini, tim Jatanras Polda Metro Jaya meluncur ke daerah Lebak Bulus untuk melakukan operasi serupa.
"Di sini ada 36 warga Tiongkok, 7 wanita, 29 pria. Dua dari mereka sedang dijemput anggota di sebuah hotel," tutup Krishna. (Sun/Mut)
Undang-Undang :
- Pasal 27 UU ITE tahun 2008 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ancaman pidana pasal 45(1) KUHP. Pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Diatur pula dalam KUHP pasal 282 mengenai kejahatan terhadap kesusilaan.
- Pasal 29 UU ITE tahun 2008 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasaan atau menakut-nakuti yang dutujukkan secara pribadi (Cyber Stalking). Ancaman pidana pasal 45 (3) Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
- Pasal 30 UU ITE tahun 2008 ayat 3 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses computer dan/atau system elektronik dengan cara apapun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol system pengaman (cracking, hacking, illegal access). Ancaman pidana pasal 46 ayat 3 setiap orang yang memebuhi unsure sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).
- Pasal 33 UU ITE tahun 2008 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya system elektronik dan/atau mengakibatkan system elektronik menjadi tidak bekerja sebagaiman mestinya.
- Pasal 35 UU ITE tahun 2008 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dengan tujuan agar informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik tersebut seolah-olah data yang otentik (Phising = penipuan situs).
Tag :
Learning,
Technology,
Pentingnya Manajemen Kontrol Keamanan Pada Sistem
By : utamibiran
Informasi adalah salah suatu asset penting dan sangat berharga bagi kelangsungan hidup bisnis dan disajikan dalam berbagai format berupa : catatan, lisan, elektronik, pos, dan audio visual. Oleh karena itu, manajemen informasi penting bagi meningkatkan kesuksusesan yang kompetitif dalam semua sektor ekonomi.
Tujuan manajemen informasi adalah untuk melindungi kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi. Dengan tumbuhnya berbagai penipuan, spionase, virus, dan hackers sudah mengancam informasi bisnis manajemen oleh karena meningkatnya keterbukaan informasi dan lebih sedikit kendali/control yang dilakukan melalui teknologi informasi modern. Sebagai konsekuensinya , meningkatkan harapan dari para manajer bisnis, mitra usaha, auditor,dan stakeholders lainnya menuntut adanya manajemen informasi yang efektif untuk memastikan informasi yang menjamin kesinambungan bisnis dan meminimise kerusakan bisnis dengan pencegahan dan memimise dampak peristiwa keamanan.
Mengapa harus mengamankan informasi?
Keamanan Informasi adalah suatu upaya untuk mengamankan aset informasi yang dimiliki. Kebanyakan orang mungkin akan bertanya, mengapa “keamanan informasi” dan bukan “keamanan teknologi informasi” atau IT Security. Kedua istilah ini sebenarnya sangat terkait, namun mengacu pada dua hal yang sama sekali berbeda. “Keamanan Teknologi Informasi” atau IT Security mengacu pada usaha-usaha mengamankan infrastruktur teknologi informasi dari gangguan-gangguan berupa akses terlarang serta utilisasi jaringan yang tidak diizinkan
Berbeda dengan “keamanan informasi” yang fokusnya justru pada data dan informasi milik perusahaan Pada konsep ini, usaha-usaha yang dilakukan adalah merencanakan, mengembangkan serta mengawasi semua kegiatan yang terkait dengan bagaimana data dan informasi bisnis dapat digunakan serta diutilisasi sesuai dengan fungsinya serta tidak disalahgunakan atau bahkan dibocorkan ke pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek berikut:
- Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.
- Integrity (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.
- Availability (ketersediaan) aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang berhubungan bilamana diperlukan).
Keamanan informasi diperoleh dengan mengimplementasi seperangkat alat kontrol yang layak, yang dapat berupa kebijakan-kebijakan, praktek-praktek, prosedur-prosedur, struktur-struktur organisasi dan piranti lunak.
Informasi yang merupakan aset harus dilindungi keamanannya. Keamanan, secara umum diartikan sebagai “quality or state of being secure-to be free from danger” [1]. Untuk menjadi aman adalah dengan cara dilindungi dari musuh dan bahaya. Keamanan bisa dicapai dengan beberapa strategi yang biasa dilakukan secara simultan atau digunakan dalam kombinasi satu dengan yang lainnya. Strategi keamanan informasi memiliki fokus dan dibangun pada masing-masing ke-khusus-annya. Contoh dari tinjauan keamanan informasi adalah:
- Physical Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan pekerja atau anggota organisasi, aset fisik, dan tempat kerja dari berbagai ancaman meliputi bahaya kebakaran, akses tanpa otorisasi, dan bencana alam.
- Personal Security yang overlap dengan ‘phisycal security’ dalam melindungi orang-orang dalam organisasi.
- Operation Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan kemampuan organisasi atau perusahaan untuk bekerja tanpa gangguan.
- Communications Security yang bertujuan mengamankan media komunikasi, teknologi komunikasi dan isinya, serta kemampuan untuk memanfaatkan alat ini untuk mencapai tujuan organisasi.
- Network Security yang memfokuskan pada pengamanan peralatan jaringan data organisasi, jaringannya dan isinya, serta kemampuan untuk menggunakan jaringan tersebut dalam memenuhi fungsi komunikasi data organisasi.
Bagaimana mengamankannya?
Manajemen keamanan informasi memiliki tanggung jawab untuk program khusus, maka ada karakteristik khusus yang harus dimilikinya, yang dalam manajemen keamanan informasi dikenal sebagai 6P yaitu:
Planning
Planning dalam manajemen keamanan informasi meliputi proses perancangan, pembuatan, dan implementasi strategi untuk mencapai tujuan. Ada tiga tahapannya yaitu:
1) strategic planning yang dilakukan oleh tingkatan tertinggi dalam organisasi untuk periode yang lama, biasanya lima tahunan atau lebih,
2) tactical planning memfokuskan diri pada pembuatan perencanaan dan mengintegrasi sumberdaya organisasi pada tingkat yang lebih rendah dalam periode yang lebih singkat, misalnya satu atau dua tahunan,
3) operational planning memfokuskan diri pada kinerja harian organisasi. Sebagi tambahannya, planning dalam manajemen keamanan informasi adalah aktifitas yang dibutuhkan untuk mendukung perancangan, pembuatan, dan implementasi strategi keamanan informasi supaya diterapkan dalam lingkungan teknologi informasi. Ada beberapa tipe planning dalam manajemen keamanan informasi, meliputi :
v Incident Response Planning (IRP)
IRP terdiri dari satu set proses dan prosedur detil yang mengantisipasi, mendeteksi, dan mengurangi akibat dari insiden yang tidak diinginkan yang membahayakan sumberdaya informasi dan aset organisasi, ketika insiden ini terdeteksi benar-benar terjadi dan mempengaruhi atau merusak aset informasi. Insiden merupakan ancaman yang telah terjadi dan menyerang aset informasi, dan mengancam confidentiality, integrity atau availbilitysumberdaya informasi. Insident Response Planning meliputi incident detection, incident response, dan incident recovery.
v Disaster Recovery Planning (DRP)
Disaster Recovery Planning merupakan persiapan jika terjadi bencana, dan melakukan pemulihan dari bencana. Pada beberapa kasus, insiden yang dideteksi dalam IRP dapat dikategorikan sebagai bencana jika skalanya sangat besar dan IRP tidak dapat lagi menanganinya secara efektif dan efisien untuk melakukan pemulihan dari insiden itu. Insiden dapat kemudian dikategorikan sebagai bencana jika organisasi tidak mampu mengendalikan akibat dari insiden yang terjadi, dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan sangat besar sehingga memerlukan waktu yang lama untuk melakukan pemulihan.
v Business Continuity Planning (BCP)
Business Continuity Planning menjamin bahwa fungsi kritis organisasi tetap bisa berjalan jika terjadi bencana. Identifikasi fungsi kritis organisasi dan sumberdaya pendukungnya merupakan tugas utama business continuity planning. Jika terjadi bencana, BCP bertugas menjamin kelangsungan fungsi kritis di tempat alternatif. Faktor penting yang diperhitungkan dalam BCP adalah biaya.
Policy
Dalam keamanan informasi, ada tiga kategori umum dari kebijakan yaitu:
- Enterprise Information Security Policy (EISP) menentukan kebijakan departemen keamanan informasi dan menciptakan kondisi keamanan informasi di setiap bagian organisasi.
- Issue Spesific Security Policy (ISSP) adalah sebuah peraturan yang menjelaskan perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dari segi keamanan informasi pada setiap teknologi yang digunakan, misalnya e-mail atau penggunaan internet.
- System Spesific Policy (SSP) pengendali konfigurasi penggunaan perangkat atau teknologi secara teknis atau manajerial.
Programs
Adalah operasi-operasi dalam keamanan informasi yang secara khusus diatur dalam beberapa bagian. Salah satu contohnya adalah program security education training and awareness. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pekerja mengenai keamanan informasi dan meningkatkan pemahaman keamanan informasi pekerja sehingga dicapai peningkatan keamanan informasi organisasi.
Protection
Fungsi proteksi dilaksanakan melalui serangkaian aktifitas manajemen resiko, meliputi perkiraan resiko (risk assessment) dan pengendali, termasuk mekanisme proteksi, teknologi proteksi dan perangkat proteksi baik perangkat keras maupun perangkat keras. Setiap mekanisme merupakan aplikasi dari aspek-aspek dalam rencana keamanan informasi.
People
Manusia adalah penghubung utama dalam program keamanan informasi. Penting sekali mengenali aturan krusial yang dilakukan oleh pekerja dalam program keamanan informasi. Aspek ini meliputi personil keamanan dan keamanan personil dalam organisasi.
Sandar apa yang digunakan?
ISO/IEC 27001 adalah standar information security yang diterbitkan pada October 2005 oleh International Organization for Standarization dan International Electrotechnical Commission. Standar ini menggantikan BS-77992:2002.
ISO/IEC 27001: 2005 mencakup semua jenis organisasi (seperti perusahaan swasta, lembaga pemerintahan, dan lembaga nirlaba). ISO/IEC 27001: 2005 menjelaskan syarat-syarat untuk membuat, menerapkan, melaksanakan, memonitor, menganalisa dan memelihara seta mendokumentasikan Information Security Management System dalam konteks resiko bisnis organisasi keseluruhan
ISO/IEC 27001 mendefenisikan keperluan-keperluan untuk sistem manajemen keamanan informasi (ISMS). ISMS yang baik akan membantu memberikan perlindungan terhadap gangguan pada aktivitas-aktivitas bisnis dan melindungi proses bisnis yang penting agar terhindar dari resiko kerugian/bencana dan kegagalan serius pada pengamanan sistem informasi, implementasi ISMS ini akan memberikan jaminan pemulihan operasi bisnis akibat kerugian yang ditimbulkan dalam masa waktu yang tidak lama.
Tag :
Technology,
Work Breakdown Structure
By : utamibiranV-Class Analisis Kinerja Sistem
Tugas : Bagaimana cara membuat WBS dengan contoh sesuai dengan Penulisan Ilmiah Anda ? Minimal 3 paragraf + contoh gambar wbsnya. Buat di blog anda dan submid pada portofolio sebagai tulisan di student site
Jawaban :
WBS (Work Breakdown Structure)
Work Breakdown
Structure (WBS) hampir memiliki pengertian yang mirip dengan daftar tugas. WBS
adalah sebuah cara yang digunakan untuk mendefinisikan dan mengelompokkan
tugas-tugas dari sebuah proyek menjadi bagian-bagian kecil sehingga lebih mudah
di atur. Dalam WBS terdaftar setiap pekerjaan, setiap sub-pekerjaan, setiap
tonggak penting dari proyek (milestone) dan produk atau jasa yang akan diserah
terimakan (deliverables).
Alasan perlunya WBS
adalah :
1. Pengembangan
WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan
proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua anggota
untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal.
2. WBS
membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai
produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk
membuat perundingan.
Langkah-Langkah Pembuatan WBS
WBS disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluruh dokumen proyek
yang meliputi kontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Proyek kemudian
diuraikan menjadi bagian-bagian dengan mengikuti pola struktur dan hirarki
tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukup terperinci, yang disebut
sebagai Work Breakdown Structure.
Contoh Struktur WBS
Berikut Penerapan Work Breakdown Structure
(WBS) dalam Penulisan Ilmiah yang saya buat:
1. Level I : Project yang saya buat : Aplikasi Diet Sehat Berbasis
Android
2. Level II yang dibagi tiga bagian
1.
Project
Service : Memberi informasi diet dan diet untuk kanker, Memberi aturan diet
sesuai golongan darah, Memberi berat badan ideal, Memberi kebutuhan kalori, Memberikan
aturan diet sesuai kebutuhan, Memberi informasi kebugaran, Memberi lokasi restaurant
pelaksana diet terdekat.
2.
Hardware
Component : Laptop dengan spec (Prosesor
AMD Dual-Core Processor E-350 ( 1.6 GHz , L2 Cache 1 MB), Hard
Disk 500 GB, VGA AMD Radeon ® HD
6250, RAM 2 GB, Layar 14 inchi WXGA LED)
3.
Software
Component : Windows 7 Ultimate, Eclipse Luna, JDK (Java Development Kit),
Android SDK (Software Development Kit), ADT (Android Development Tools).
Digambarkan dalam bagan seperti berikut:
Pada gambar 1.2
menggambarkan tingkat struktur WBS untuk proyek Pemberian informasi berukuran
kecil sampai sedang. Pada Level I Aplikasi diet sehat berbasis android merupakan
total system dan disebut sebagai tingkat WBS. Pada Level II menggambarkan
komponen proyek dalam meningkatkan detail.
Konsep tingkat WBS
sangat penting karena memungkinkan anda untuk menentukan level detail di mana
laporan anda tentang perkiraan biaya dan angka kinerja proyek. Misalnya untuk
mengelola proyek besar seorang manajer senior biasanya memerlukan rincian
ringkasan varians biaya di tingkat 2, sedangkan komponen perangkat lunak
kebutuhan laporan biaya kinerja pada level 3.
Layanan-Layanan Aplikasi
diet sehat berbasis android yang berlaku untuk semua proyek dan tidak dapat
dialokasikan ke item deliverable tunggal. Seperti manajemen proyek dan
manajemen mutu. Dalam hal jasa desain arsitektur keseluruhan sistem digolongkan
sebagai Layanan Proyek seperti yang digunakan untuk menemukan apa komponen
tersebut. Desain rinci komponen perangkat lunak tunggal namun dialokasikan
untuk komponen itu.
Sumber: http://www.chambers.com.au/sample_p/wbs_cncp.htm
Sumber: http://www.chambers.com.au/sample_p/wbs_cncp.htm
Tag :
Technology,
PERKEMBANGAN TELEMATIKA
By : utamibiran
KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur kita panjatkan kepada Allah S.W.T yang telah memberi rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini akhirnya bisa diselesaikan.
Makalah
dengan judul “Perkembangan Teknologi Telematika” ini disesuaikan
dengan tujuannya untuk menunjang perkuliahan dalam mata kuliah PENGANTAR
TELEMATIKA serta memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen pengampu kepada
kami.
Materi
diskusi sudah diurutkan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, sehingga
Mahasiswa insya Allah dapat dengan mudah memahami.
Penulis
menyadari bahwa masih banyak ketidaksempurnaan pada penulisan makalah ini, baik
isi maupun redaksinya, oleh karenanya kritik dan saran yang membangun
diharapkan dapat memperbaiki makalah ini untuk selanjutnya.
Terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung ataupun tidak
terhadap terselesaikannya makalah ini.
Akhir
kata, insya Allah makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang
membutuhkannya.
Depok,16 Oktober 2015
Hormat kami
Hormat kami
1.
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Perkembangan
Telematika
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan
sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media
Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada
perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA
yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.
Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami
sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam
perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana
MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia
semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi
dalam berbagai medium adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami
sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar
istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information
and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun
sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang
pengkajiannya.
Mengacu kepada penggunaan dikalangan
masyarakat telematika Indonesia (MASTEL), istilah telematika berarti perpaduan
atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer),
teknologi telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia.
Dalam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan
jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi
dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan, sampai seluruh dunia,
bahkan ke seluruh angkasa, serta terlaksana dalam sekejap. Kecepatan transmisi
elektromagnetik adalah (hampir) 300.000 km/detik, sehingga langsung dikirim
begitu sampai, memungkinkan orang berdialog langsung, atau komunikasi
interaktif.
1.2 Rumusan Masalah
Perkembangan dan kemajuan yang pesat
dibidang Telematika atau Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia memicu
berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif masyarakat Indonesia
sendiri sebagai pengguna. Oleh karenanya dibutuhkan berbagai pencegahan maupun
tindakan preventif dari pemerintah sebagai pembuat aturan hukum di Indonesia
untuk mengurangi dampak negatif dari kemajuan Telematika tersebut. Salah satu
dari upaya pemerintah tersebut adalah pembuatan peraturan perundang-undangan
yang mengatur lalu lintas transaksi elektronik yang menggunakan bidang
Telematika sebagai sarananya. Makalah ini akan memaparkan aspek hukum tersebut
yaitu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik (UU ITE) sebagai salah satu acuan penegakkan hukum di Indonesia
dibidang Telematika.
1.3 Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk
mengetahui dan memahami definisi dan perkembangan Telematika atau
Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia beserta produk-produk hukum
yang dibuat pemerintah yang menyertai perkembangan bidang teknologi yang
berbasiskan informasi tersebut.
2. Landasan Teori
2.1 Pengertian Telematika
Kata TELEMATIKA, berasal dari istilah
dalam bahasa Perancis "TELEMATIQUE" yang merujuk pada bertemunya
sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Pertama kali
memperkenalkan kata ini adalah penulis buku berjudul “L’informatisation de la
Societe” yaitu Simon Nora dan Alain Minc pada tahun 1978. Istilah telematika
dari segi hukum adalah perkembangan sistem elektronik berbasis digital antara
teknologi informasi dan media yang awalnya masing – masing berkembang secara
terpisah. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari
TELECOMMUNICATION and INFORMATICS" sebagai wujud dari perpaduan konsep
Computing and Communication.
Istilah Telematics juga dikenal sebagai
"the new hybrid technology" yang lahir karena perkembangan teknologi
digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan
informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah
"konvergensi". Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari
isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu. Menurut Wikipedia,
Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika.
Istilah
telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang,contoh adalah:
- Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatantelekomunikasi.
- Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
- Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
2.2 Perkembangan Telematika Di Indonesia
Peristiwa proklamasi 1945 membawa
perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus menempatkannya pada
situasi krisis jati diri. Krisis ini terjadi karena Indonesia sebagai sebuah
negara belum memiliki perangkat sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi
itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun
50-an dan 60-an. Di awal 70-an, ketika kepemimpinan soeharto, orientasi
pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses – proses yang
dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.
Dalam latar belakang sosial demikianlah
telekomunikasi dan informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon,
televise, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia
tampil dan berkembang di Indonesia. Perkembangan telematika penulis bagi
menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.
2.3 Trend Telematika Ke depan
Berkembangnya kemajuan teknologi yang
semakin pesat, masyarakat diharuskan untuk dapat mengikuti perkembangan
teknologi yang ada. Mengenai trend ke depan Telematika, merupakan kebebasan
individu untuk mengembangkan dan menjadikannya sebagai suatu trend (walau
sesaat) di dalam masyrakat. Hal terpenting dalam proses perkembangannya yaitu
dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak melanggar norma-norma yang
berlaku di masyarakat. Sehingga tidak merugikan pihak lain dan tidak
menguntungkan diri sendiri (egois). Sehingga trend ke depan telematika dapat
menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat,
baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini.
Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor,
penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi
terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi
berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan
akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan
faktor baru dari perkembangan teknologi.
Antarmuka pun sudah semakin
bersahabat,seperti software Microsoft, desktop Ubuntu, GoogleApps, YahooApps
Live.
Semua itu berlomba-lomba menampilkan
antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin
tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan
informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya. Pada akhirnya, era robotik akan
segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar
yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah,
termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus
berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih
baik.
Ada lima kelompok industry yang berperan
besar dalam perkembangan trend telematika ke depan, diantaranya:
· Infrastruktur
Telekomunikasi (biasanya resiko bisnis paling besar)
· Infrastruktur
Internet (biasanya resiko bisnis sedang & rendah)
· Hosting
service (biasanya resiko bisnis rendah)
· Transaction
type service (biasanya resiko bisnis rendah)
· Content
/ knowledge producer (biasanya resiko bisnis rendah)
2.4 Perkembangan Telematika Dari Berbagai Aspek
·
E-goverment
E-goverment dihadirkan dengan maksud
untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada
suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika
Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan
mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan
pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan
memantau pelaksanaannya.
Tim tersebut memiliki beberapa terget.
Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment
dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat
menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi
pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat
diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.
E-goverment juga dimaksudkan untuk
peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi
juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan
intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah
memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi
informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi,
data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.
·
E-commerce
Prinsip e-commerce tetap pada transaksi
jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik.
Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau
kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim.
Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan
dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman
perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce
juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah
toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk
yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui
mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine - Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan
membeli pulsa.
·
E-learning
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran
dalam dunia pendidikan, dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah
pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka
dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet
berbasis web atau situs.
Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang
dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya.
Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal
kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.
Peranan web kampus atau sekolagh termasuk
cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa
pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga
sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat
diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun
pengalaman pendidikan sebelumnya.
Hampir seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA),
telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian
sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah
(SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah,
dan hasil penelitian tersebar di dunia internet.
Bentuk telematika lainnya masih banyak
lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research, dan
ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web,
telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global
Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G,
dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan
udara, serta teleconference.
·
E-Banking
Seiring dengan berjalannya waktu,
perkembangan Telematika yang sangat pesat menjadikannya bagian dari
insfrastruktur pembangunan. Sebagai bukti, Telematika
dapat mempercepat transaksi dan perhitungan bisnis menjadi lebih akurat melalui
e-commerce. Hampir semua transaksi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja,
contohnya adalah penggunaan internet banking yang semakin gencar belakangan
ini.
Internet banking atau e-banking adalah
salah satu aplikasi di dunia bisnis yang berbasis internet. E-banking didukung
oleh perkembangan teknologi informasi, telekomunikasi dan tentunya internet. Di
Indonesia sendiri, hampir semua bank sudah mempunyai aplikasi internet banking,
sebagai contoh Bank BCA dengan aplikasi Klik BCA.
Adapun
persyaratan bisnis untuk Internet Banking adalah :
1. Aplikasi yang mudah digunakan : implementasi agar memudahkan pengguna adalah melalui pendekatan menggunakan web browser.
2. Layanan dapat dijangkau dimana saja : dengan menggunakan internet sebagai penghubung, memungkinkan untuk aplikasi ini dapat diakses dari mana saja di dunia.
3. Murah : dengan adanya internet, biaya pengaksesan Internet Banking menjadi lebih murah.
4. Aman : untuk keamanan, dilakukan dengan menerapkan teknik kriptografi (penggunaan enkripsi dengan SSL/ Secure Socket Layer) atau VPN( Virtual Private Network) untuk menghubungkan kantor pusat dengan kantor cabang.
5. Dapat diandalkan.
2.5 Studi Kasus Telematika : ePaper Gunadarma
Seiring perkembangan telematika yang
semakin maju, semakin bertambah juga orang-orang yang menyalahgunakannya.Tidak
heran jika kita lebih sering mendengar dan mengetahui kasus-kasus telematika
yang bernilai negatif dibandingkan dengan dampak positif telematikanya. Kasus
terbaru bahkan melibatkan negara, bukan hanya satu melainkan dua negara. Ya,
kasus tersebut adalah penyadapan yang dilakukan Australia terhadap petinggi
negara kita, Indonesia.
Walaupun kasus tersebut sedang
"laku" di mana-mana, tapi saya tidak akan membahas kasus tersebut,
karena sudah terlalu banyak yang membahasnya. Di sini saya akan membahas contoh
kasus telematika yang bernilai positif, yaitu pemanfaatan telematika dalam
bidang pendidikan. Contoh yang saya ambil ini terinspirasi dari saya sendiri
dan teman-teman di Gunadarma. Contoh kasus telematika ini mengenai e-paper.
E-paper adalah salah
satu fasilitas yang dikembangkan oleh bagian perpustakaan Universitas
Gunadarma. E-paper ini dibuat untuk membantu para mahasiswa yang akan atau
sedang melakukan Penulisan Ilmiah, Skripsi, ataupun penulisan Jurnal. Jadi,
melalui e-paper ini mahasiswa Gunadarma dapat melihat contoh-contoh PI,
Skripsi, atau jurnal yang dimiliki oleh perpustakaan Gunadarma. Dalam e-paper
tersebut kita dapat melihat PI dan Skripsi mulai dari cover sampai listing
programnya.
E-paper ini sangat membantu saya dan
teman-teman yang semester 6 kemarin harus membuat Penulisan Ilmiah. Karena
dengan adanya e-paper ini kita tidak bingung lagi untuk menentukan bagaimana
format penulisannya, kalimat-kalimat yang digunakan, tahapan penulisan dalam
setiap babnya, dan lain-lain. Walaupun kita dibimbing oleh Dosen Pembimbing
dalam penulisannya, e-paper tetap sangat membantu, setidaknya kita jadi tidak
perlu melakukan banyak revisi karena kita sudah melihat contoh-contoh yang ada
di e-paper, dimana contoh-contoh tersebut sudah "sah" atau benar.
Dengan adanya e-paper ini sangat membantu mahasiswa gunadarma dalam kegiatan
akedimiknya, khususnya penulisan atau tugas akhir.
Pemanfaatan telematika dalam hal ini
berdampak sangat positif, saya dan teman-teman bahkan mungkin seluruh mahasiswa
gunadarma yang sudah mengetahui e-paper, pasti sudah mendapatkan manfaat
positifnya. Namun, mungkin belum seluruh mahasiswa mengetahui fasilitas ini,
khususnya mahasiswa baru. Oleh karena itu, perlu "promosi" lain agar
seluruh mahasiswa dapat mengetahuinya, sehingga ketika mereka membutuhkan
contoh-contoh PI, Skripsi, atau jurnal, mereka tidak lagi kesulitan.
Menurut saya, pemanfaatan telematika
seperti e-paper ini perlu disebarluaskan dan dikembangkan lagi, tidak terbatas
hanya pada instansi atau bidang tertentu saja, apalagi manfaatnya berdampak
positif.
3.
PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan
mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih
banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan
kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang
budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi
sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang
budiman pada umumnya.
4. DAFTAR PUSTAKA
Tag :
Technology,






