Tampilkan postingan dengan label Learning. Tampilkan semua postingan
Cyber
By : utamibiran
Cybercrime, Cyberlaw, Cyberthreats, Cybersecurity, Cyberattack
1. Cybercrime
Adalah perbuatan
melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada
kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi. Yang termasuk ke dalam
kejahatan dunia maya diantaranya yaitu pencurian kartu kredit, pemalsuan dan
penipuan identitas, hacking, pencemaran nama baik dengan menyebarkan foto
pribadi yang dianggap kurang pantas sehingga dapat merugikan pihak-pihak
tertuntu, dan sebagainya.
Contoh : Hacking dan
Cracking yang dilakukan oleh seorang Hacker dan Cracker.
2. Cyberlaw
Adalah hukum yang digunakan
di dunia cyber (dunia maya), yang umumnya diasosiasikan dengan Internet.
Cyberlaw dibutuhkan karena dasar atau fondasi dari hukum di banyak negara
adalah "ruang dan waktu". Sementara itu, Internet dan jaringan
komputer mendobrak batas ruang dan waktu ini.
Contoh : Penerapan
pasal-pasal, Undang-Undang, dan KUHP yang menangani kasus di dunia maya atau
media sosial.
3. Cyberthreats
Adalah ancaman yang ada di
dunia maya. Setiap orang yang beraktivitas di dunia maya setidaknya harus tahu
dan berhati-hati dengan cyberthreats. Ancaman ini sangatlah berbahaya bagi
pengguna, maka dari itu pengguna internet dituntut untuk selalu berhati-hati
dalam beraktivitas di dunia maya.
Contoh : Ancaman virus
(malware, adware, dan dll.), worm, trojan horse terhadap komputer atau PC anda.
4. Cybersecurity
Adalah keamanan informasi
yang di aplikasikan pada komputer dan jaringannya. Computer security atau
keamanan komputer bertujuan membantu user agar dapat mencegah penipuan atau
mendeteksi adanya usaha penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi. Informasinya
sendiri memiliki arti non fisik.
Keamanan komputer adalah
suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang
diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai
perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan
ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan.
Contoh : Berbagai Antivirus
komputer yang terpasang di komputer atau PC anda, baik yang bersifat firewall
(windows firewall) pada saat browsing internet ataupun antivirus yang khusus
melindungi pada saat akses software di komputer atau PC (McAfee, SmadAV,
windows defender, dll).
5. Cyberattack
Adalah kegiatan penyerangan
yang dilakukan oleh individu ataupun sebuah organisasi yang menargetkan sistem
informasi komputer, infrastruktur, jaringan komputer, dan atau komputer pribadi
dengan berbagai jenis serangan yang bertujuan untuk mencuri, merubah, ataupun
merusak sebuah target dengan melakukan hacking ke dalam sistem yang
bersangkutan.
Contoh : pencurian informasi
dan pencurian identitas, menyisipkan virus, trojan horse kedalam software
komputer.
Contoh Artikel Kasus Cybercrime :
36 Warga
Tiongkok Anggota Sindikat Cybercrime Dibekuk Polda Metro
on 20 Agu 2015 at 15:47 WIB
Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berhasil diamankan
oleh Polda Metro di kawasan Cilandak Timur, Jakarta, Kamis (7/5/2015). Mereka
diduga terlibat penipuan dengan modus cyber crime. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Liputan6.com, Jakarta - Polisi menggrebek sebuah rumah di Jalan
Parangtritis IV Perumahan Ancol Barat, Jakarta Utara, Kamis siang (20/8/2015).
Rumah tersebut sudah lama menjadi target operasi Polda Metro Jaya karena para
penghuninya, warga Tiongkok, diketahui melakukan kegiatan penipuan terhadap
sesama warga
Tiongkok.
Pengungkapan ini adalah hasil kerjasama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dan Kepolisian Taiwan, setelah tim Subdit Jatanras mengamankan puluhan warga Tiongkok awal tahun lalu.
Pantauan Liputan6.com, puluhan personel Jatanras berseragam hitam dengan rompi antipeluru mendobrak paksa pintu rumah itu. Pintu besar putih itu pun terbuka.
"Diam! Polisi!" ujar satu anggota yang masuk lebih dulu ke dalam rumah.
Kaget, puluhan warga kulit kuning tersebut hanya bisa duduk dan mengangkat kedua tangan mereka. Tidak ada yang berani bergerak dari meja kerja. Terlihat di masing-masing meja terdapat telepon, laptop, pulpen, dan secarik kertas yang menjadi peralatan kerja mereka.
Puluhan anggota reserse pun langsung menggeledah seisi rumah, sebagian ada yang mengikat tangan para pelaku dengan borgol plastik.
"Sekarang Indonesia jadi lokasi transnational crime. Kami dapat info akurat, satu kelompok kriminal internasional masuk ke Indonesia. Dengan mempekerjakan warga Cina, melakukancybercrime," terang Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti yang memimpin langsung operasi ini di lokasi penggrebekan.
Krishna mengatakan, sebanyak 36 warga Tiongkok yang terdiri dari 7 wanita dan 29 pria berhasil diamankan. Setelah menggrebek di lokasi ini, tim Jatanras Polda Metro Jaya meluncur ke daerah Lebak Bulus untuk melakukan operasi serupa.
"Di sini ada 36 warga Tiongkok, 7 wanita, 29 pria. Dua dari mereka sedang dijemput anggota di sebuah hotel," tutup Krishna. (Sun/Mut)
Pengungkapan ini adalah hasil kerjasama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dan Kepolisian Taiwan, setelah tim Subdit Jatanras mengamankan puluhan warga Tiongkok awal tahun lalu.
Pantauan Liputan6.com, puluhan personel Jatanras berseragam hitam dengan rompi antipeluru mendobrak paksa pintu rumah itu. Pintu besar putih itu pun terbuka.
"Diam! Polisi!" ujar satu anggota yang masuk lebih dulu ke dalam rumah.
Kaget, puluhan warga kulit kuning tersebut hanya bisa duduk dan mengangkat kedua tangan mereka. Tidak ada yang berani bergerak dari meja kerja. Terlihat di masing-masing meja terdapat telepon, laptop, pulpen, dan secarik kertas yang menjadi peralatan kerja mereka.
Puluhan anggota reserse pun langsung menggeledah seisi rumah, sebagian ada yang mengikat tangan para pelaku dengan borgol plastik.
"Sekarang Indonesia jadi lokasi transnational crime. Kami dapat info akurat, satu kelompok kriminal internasional masuk ke Indonesia. Dengan mempekerjakan warga Cina, melakukancybercrime," terang Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti yang memimpin langsung operasi ini di lokasi penggrebekan.
Krishna mengatakan, sebanyak 36 warga Tiongkok yang terdiri dari 7 wanita dan 29 pria berhasil diamankan. Setelah menggrebek di lokasi ini, tim Jatanras Polda Metro Jaya meluncur ke daerah Lebak Bulus untuk melakukan operasi serupa.
"Di sini ada 36 warga Tiongkok, 7 wanita, 29 pria. Dua dari mereka sedang dijemput anggota di sebuah hotel," tutup Krishna. (Sun/Mut)
Undang-Undang :
- Pasal 27 UU ITE tahun 2008 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ancaman pidana pasal 45(1) KUHP. Pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Diatur pula dalam KUHP pasal 282 mengenai kejahatan terhadap kesusilaan.
- Pasal 29 UU ITE tahun 2008 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasaan atau menakut-nakuti yang dutujukkan secara pribadi (Cyber Stalking). Ancaman pidana pasal 45 (3) Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
- Pasal 30 UU ITE tahun 2008 ayat 3 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses computer dan/atau system elektronik dengan cara apapun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol system pengaman (cracking, hacking, illegal access). Ancaman pidana pasal 46 ayat 3 setiap orang yang memebuhi unsure sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).
- Pasal 33 UU ITE tahun 2008 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya system elektronik dan/atau mengakibatkan system elektronik menjadi tidak bekerja sebagaiman mestinya.
- Pasal 35 UU ITE tahun 2008 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dengan tujuan agar informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik tersebut seolah-olah data yang otentik (Phising = penipuan situs).
Tag :
Learning,
Technology,
Soal-Soal Sistem Informasi 2015
By : utamibiran
Anallisis Kinerja
Sistem
1. Beberapa
karakteristik program yang tidak berkualitas adalah : Bekerja secara kurang
efisien
2. Untuk
memonitor agar kontrol/pengendalian tidak bertentangan dengan rencana awal maka
dapat menggunakan teknik : WBS
3. Untuk
memperoleh bukti dari proses desain, maka auditor dapat melakukan : Review
dokumentasi, Observasi , Interview
4. Memperkirakan
biaya pembuatan software berdasarkan pengalaman membuat proyek software yg sama
sebelumnya, ini merupakan jenis teknik perencanaan biaya : Anologi
5. Yang
merupakan program Keamanan adalah : Value Assets
6. Yang
tidak termasuk aset fisik adalah : Software
7. Strategi
implementasi yang digunakan jika keputusan dibuat lebih dahulu untuk fungsi
program yang akan dibuat kemudian modul yang akan mendukungnya baru dibuat dan
diimplementasikan disebut : Threads
8. Beberapa
karakteristik program yang tidak berkualitas adalah : Bekerja secara
kurang efisien
9. Yang
bukan termasuk ke dalam Analisis Ekspose adalah tidak ada jawaban yang benar
10. Yang
tidak termasuk aset fisik adalah : Software
11. Yang
termasuk dari aset logika adalah : software
12. Sumber
ancaman TSI bisa dilakukan dari dalam dan luar organisasi.Ancaman dari dalam
organisasi adalah : Criminals/hackers (theft, sabotage, espionage, extortion)
13. Yang
menjadi Sumber ancaman Internal adalah manajemen
Sebuah pemrosesan
A,B,C,D dlm system UBRS dapat dilihat pada table 1 dibawah ini
|
Program Time
|
Processing Time (
menit)
|
Arrivial Sequence /
waktu kedatangan
|
A
|
35
|
20
|
B
|
25
|
5
|
C
|
15
|
15
|
D
|
40
|
10
|
14.
|
Dengan menggunakan algoritma First Come First Serve maka antrian kegiatan tersebut adalah
|
|||
a.
|
BDCA *
|
c.
|
ACDB
|
|
b.
|
BCAD
|
d.
|
CBAD
|
|
15.
|
Dengan menggunakan algoritma Short
Job First maka antrian kegiatan
tersebut adalah
|
|||
a.
|
BDCA
|
c.
|
ACDB
|
|
b.
|
BCAD *
|
d.
|
CBAD
|
|
16.
|
Dengan menggunakan algoritma Future Knowlegde maka antrian kegiatan tersebut adalah
|
|||
a.
|
BDCA
|
c.
|
ACDB
|
|
b.
|
BCAD *
|
d.
|
CBAD *
|
|
17.
|
Mengacu kepada Tabel 1 dan menggunakan algoritma Short Job First maka nilai T (processing time) dari proses A adalah
bernilai :
|
|||
a.
|
30
|
c.
|
110
|
|
b.
|
60 *
|
d.
|
25
|
|
18.
|
Mengacu kepada Tabel 1 dan menggunakan algoritma Short Job First maka nilai T (processing time) dari proses B adalah
bernilai :
|
|||
a.
|
30
|
c.
|
110
|
|
b.
|
60
|
d.
|
25 *
|
|
19.
|
Mengacu kepada Tabel 1 dan menggunakan algoritma Short Job First maka nilai T (processing time) dari proses C adalah
bernilai :
|
|||
a.
|
30 *
|
c.
|
110
|
|
b.
|
60
|
d.
|
25
|
|
20.
|
Mengacu kepada Tabel 1 dan menggunakan algoritma Short Job First maka nilai T (processing time) dari proses D adalah
bernilai :
|
|||
a.
|
30
|
c.
|
110 *
|
|
b.
|
60
|
d.
|
25
|
|
21.
|
Mengacu kepada Tabel 1 dan menggunakan algoritma Future Knowlegde maka nilai T (processing time) dari proses A adalah bernilai :
|
|||
a.
|
70 *
|
c.
|
15
|
|
b.
|
120
|
d.
|
50
|
|
22.
|
Mengacu kepada Tabel 1 dan menggunakan algoritma Future Knowlegde maka nilai T (processing time) dari proses B adalah bernilai :
|
|||
a.
|
70
|
c.
|
15
|
|
b.
|
120
|
d.
|
50 *
|
|
23.
|
Mengacu kepada Tabel 1 dan menggunakan algoritma Future Knowlegde maka nilai T (processing time) dari proses C adalah bernilai :
|
|||
a.
|
70
|
c.
|
15 *
|
|
b.
|
120
|
d.
|
50
|
|
24.
|
Mengacu kepada Tabel 1 dan menggunakan algoritma Future Knowlegde maka nilai T (processing time) dari proses D adalah bernilai :
|
|||
a.
|
70
|
c.
|
15
|
|
b.
|
120 *
|
d.
|
50
|
|
Pengembangan Sistem
Informasi
1. Pengembangan
sistem informasi diperlukan karena adanya sejumlah pencetus berikut ini
kecuali: Perubahan iklim politik
2. Pengembangan
sistem merupakan kegiatan: Memperbaiki sistem yang sedang berjalan dan membuat
sistem baru yang lebih efektif dan lebih efisien
3. SDLC
merupakan singkatan dari: System Development Life Cycle
4. Investasi
modal dalam pengembangan sistem harus mempertimbangkan beberapa hal, yaitu: ((A1)
Semua alternative yang ada haru diinvestigasi ||(A2) Investasi yang terbaik
harus bernilai bisnis yang tinggi)
5. Perencanaan
sistem merupakan tahapan pertama dalam SDLC yang menyangkut estimasi: (Kebutuhan
Dana , Kebutuhan tenaga kerja, Kebutuhan penetapan jadwal proyek)
6. Kegiatan
investigasi terhadap kebutuhan melakukan PSI untuk memastikan kelayakan proyek
disebut: Feasibility Study
7. Pembuatan
tabel “Gantt Chart” pada umumnya dilakukan dalam kegiatan PSI pada bagian
aktifitas: Scheduling
8. Kesatuan
komponen-komponen Hardware, software, Network, database, para user, dan
prosedur yang saling berinteraksi untuk tujuan yang sama yaitu mengolah data
menjadi informasi berkualitas, membuat proses-proses menjadi lebih efektif dan
efisien, menunjang pembuatan keputusan, serta meningkatkan daya inovatif
disebut: Sistem Informasi
9. Berdasarkan
perspektif pengaruh lingkungan, Sistem Informasi dan Teknologi Informasi
terkategori kedalam klasifikasi sistem: Terbuka
10. Berdasarkan
perspektif hasil (output), sistem komputer terkategori ke dalam
klasifikasi sistem: Deterministik
Konsep Sistem Informasi Lanjut
1.
Apa
yang dimaksud dengan ERP?
ERP
adalah sebuah system informasi perusahaan yang dirancang untuk
mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan
untuk proses bisnis lengkap.
2.
Sebutkan
dan jelaskan tentang Aplikasi Internet dalam konteks SCM!
v E-Procurement :
Aplikasi internet untuk mendukung proses pengadaan. Perusahaan otomotif seperti
Volkswagen, General Motors, Daimer Chrysler menggunakan e-procurement secara
ekstensif untuk:
-
Proses
pengadaan bahan baku dan komponen
-
Item-item
yang masuk dalam kelompok MRO (maintenance, repair, and operations) seperti
suku cadang,peralatan tulis kantor, dan sebagainya.
Dapat digunakan
untuk mendukung:
-
Hubungan
jangka pendek: e-Auction
-
Hubungan
jangka panjang (kemitraan)
v E-Fulfillment :
Lebih pada bagian hilir supply chain. Beberapa kegiatan yang termasuk dalam
proses fulfilment adalah:
-
Menerima
order dari pelanggan Pelanggan bisa memesan produk melalui telepon, fax,
e-mail, atau webbased ordering.
-
Mengelola
transaksi termasuk proses pembayaran.
-
Manajemen
gudang meliputi pengendalian persediaan produk dan kegiatan administrasi gudang
secara umum.
-
Manajemen
transportasi Keputusan mode dan rute transportasi termasuk di dalamnya.
-
Komunikasi
dengan pelanggan untuk memberikan informasi status pesanan, dukungan teknis,
dan sebagainya.
3.
Sebutkan
manfaat perusahaan yang pembangunannya menggunakan SI!
Manfaat
SI bagi perusaahan :
-
Lebih
efisien dalam mengelola database
-
Menghemat
waktu dalam mengambil keputusan
-
Terstrukturnya
organisasi perusahaan
-
Meningkatkan
efisiensi operasional
-
Lebih
akurat dalam pengambilan keputusan.
4.
Sebutkan
peranan penting SI dalam organisasi menurut Alter 92!
Perananpenting
Sistem Informasi dalam organisasi (Alter, 1992) :
-
Berpartisipasi
dalam pelaksanaan tugas-tugas(otomasi)
-
Mengaitkanperencanaan,
pengerjaan, dan pengendaliandalam sebuah subsistem
-
Mengkoordinasikansubsistem-subsistem
-
Mengintegrasikansubsistem-subsistem
5.
Sebutkan
dan jelaskan tingkatan SI!
Tingkatan
Sistem Informasi (Googling)
-
SISTEM
INFORMASI BERBASIS MANUAL : Mengandalkan kemampuan manusiawi seperti
akuntabilitas, ketelitian, ingatan, keuletan, dst.
-
SISTEM
INFORMASI BERBASIS KOMPUTER : Pekerjaan yang berulang, rutin, membosankan,
memerlukan ketelitian dan ingatan kuat, yang berpeluang terjadi kesalahan manusiawi,
dibantu dengan KOMPUTER.
-
SISTEM
INFORMASI BERBASIS JARINGAN KOMPUTER : Resource sharing, bisa diakses dan
meng-akses dari dan ke sistem informasi lain.
Tingkatan Sistem Informasi (Versi
Jawaban Kuis Gue)
-
Sistem
Informasi Akuntansi : Berperan dalam pengolahan data keuangan atau akuntansi
dalam suatu perusahaan.
-
Sistem
Informasi Manajemen : Berperan dalam mengelola manajerial atau lebih sering
dikenal dengan istilah pengambilan keputusan.
-
Sistem
Informasi Manufaktur : Berperan dalam mengelola persediaan barang suatu
perusahaan untuk bekerja sama dengan perusahaan lain.
-
Sistem
Informasi Distribusi : Berperan dalam pengelolaan barang yang didistribusikan
oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain.
6.
Sebutkan
fungsi SCM !
-
SCM
secara fisik mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan menghantarkannya
ke pemakai akhir.
-
SCM
sebagai mediasi pasar, yakni memastikan bahwa apa yang disuplai oleh rantai
supply mencerminkan aspirasi pelanggan atau pemakai akhir tersebut.
7.
Sebutkan
dan jelaskan area cakupan SCM!
Area
Cakupan SCM :
-
Pengembangan
Produk : Melakukan riset pasar, merancang produk baru, melibatkan supplier
dalam perancangan produk baru.
-
Pengadaan
: Memilih supplier mengevaluasi kinerja supplier, melakukan pembelian bahan
baku dan komponen, memonitor supply risk, membina dan memelihara hubungan
dengan supplier.
-
Perencanaan
dan Pengendalian : Demand planning, peramalan permintaan, perencanaan
kapasitas, perencanaan produksi dan persediaan.
-
Produksi
: Eksekusi produksi, pengendalian kualitas.
-
Distribusi
: Perencanaan jaringan distribusi, penjadwalan pengiriman, mencari dan
memelihara hubungan dengan perusahaan jasa pengiriman, memonitor service level
di riap pusat distribusi.
8.
Sebutkan
tahapan dalam Supply Chain Management (SCM) !
TAHAPAN
DALAM SUPPLY CHAIN MANAGEMENT :
-
Baseline
(Dasar) : Posisi dari kebebasan fungsional yang lengkap di mana masing-masing
fungsi bisnis seperti produksi dan pembelian melakukan aktivitas mereka secara
sendiri-sendiri dan terpisah dari fungsi bisnis yang lain.
-
Integrasi
Fungsional : Perusahaan telah menyadari perlu sekurang-kurangnya ada
penggabungan antara fungsi-fungsi yang melakukan aktivitas hampir sama,
misalnya antara bagian distribusi dan manajemen persediaan atau pembelian
dengan pengendalian material.
-
Integrasi
secara internal : Diperlukan pengadaan dan pelaksanaan perencanaan kerangka
kerja end-to-end.
-
Integrasi
secara eksternal : Integrasi supply chain yang sebenarnya dengan konsep
menghubungkan dan koordinasi yang dicapai pada Tahap3, yang diperluas dengan
bagian supplier dan pelanggan.
9.
Sebutkan
& jelaskan tantangan dalam mengolah SCM!
-
Tantangan
1 : Kompleksitas struktur Supply Chain
Adanya kompleksitas yang
melibatkan internal perusahaan maupun eksternal perusahaan. Internal perusahaan
contoh : antara bagian marketing dengan produksi, marketing seringkali membuat
kesepakatan dengan pelanggan tanpa mengecek secara baik kemampuan produksi,
perubahan jadual produksi secara tiba-tiba karena marketing menyepakati
perubahan order dengan pelanggan. Disisi lain bagian produksi sering resistant
dengan perubahan mendadak.
Dengan eksternal misalnya
antara supplier yang menginginkan pemesanan produknya jauh-jauh hari sebelum
waktu pengiriman dan sedapat mungkin pesanan tidak berubah. Supplier juga
menginginkan pengiriman segera setelah produksinya selesai.
-
Tantangan
2 : Ketidakpastian
Ketidakpastian menimbulkan
ketidakpercayaan diri terhadap rencana yang dibuat. Sebagai akibatnya,
perusahaan sering menciptakan pengaman di sepanjang supply chain. Pengaman ini
bisa berupa safety stock, safety time, atau kapasitas produksi maupun
transportasi.
-
Sumber
ketidakpastian yaitu :
·
ketidakpastian
pembeli,
·
ketidakpastian
dari supplier yaitu terkait dengan pengiriman, harga, kualitas maupun kuantitas
·
ketidakpastian
internal yang bisa disebabkan kerusakan mesin, kinerja mesin yang tidak
sempurna, tenaga kerja serta waktu maupun kualitas produksi.
10.
Sebutkan
kualitas informasi!
Kualitas
Informasi :
-
Akurat
: Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau
menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
-
Tepat
pada waktunya : Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat,
informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi
merupakan landasan didalam pengambilan keputusan.
-
Relevan
: Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi
untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda, misalnya informasi
mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan
adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik
perusahaan.
Tag :
Learning,



